Penanganan Teroris dan Simpatisannya Bukan Tanggung Jawab Kemensos

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Penanganan terorisme termasuk simpatisan terorisme di antaranya simpatisan ISIS bukanlah merupakan tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos).

Hal tersebut ditegaskan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensos Sonny W Manalu dalam siaran persnya, Sabtu (22/6/2019).

“Kemensos tidak memiliki tugas dan fungsi melaksanakan program bagi kaum radikal yang sebagian di antaranya para simpatisan teroris maupun ISIS,” tuturnya.

Sesuai dengan amanat UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Kemensos menangani 27 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Namun, simpatisan terorisme maupun ISIS tidak termasuk di dalamnya.

Sehingga, imbuhnya, secara kelembagaan Kemensos tidak diamanatkan melaksanakan program penanganannya.

Keterlibatan Kemensos terhadap penanganan simpatisan terorisme dan ISIS, warga negara Indonesia yang dipulangkan dari luar negeri, hanya atas dasar kemanusiaan.

Para simpatisan terorisme dan ISIS ditampung sementara di Rumah Perlindungan Sosial, sembari menunggu proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing.

Adapun tanggung jawab dan pembiayaan pemulangan setiap simpatisan kelompok terorisme maupun ISIS, kata Sonny, baik dari luar negeri maupun pemulangan ke daerah asal, bukan tugas dan tanggung jawab Kemensos.

Tapi merupakan tanggung jawab Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

“Mereka yang ditampung di Rumah Perlindungan Sosial milik Kemensos adalah anak-anak dan wanita. Penampungan sementara hanya berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan, tergantung kondisi dan keadaan anak-anak dan wanita tersebut,” ungkap Sonny. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.