Penerapan Nilai Disiplin pada Peserta Didik dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Kampus Kita Nusantara Pendidikan

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia. Manusia dalam setiap perjalanan kehidupannya tak lepas dari proses belajar. Pendidikan yang pertama kita terima berawal dari keluarga. Pendidikan di Indonesia ini terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini dan pendidikan dasar seperti TPA yang terdapat di setiap masjid atau desa.

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. 

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.

Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Pengertian disiplin secara etimologi besal dari bahasa inggris disciple, discipline, yang artinya penganut atau pengikut.Disiplin menurut Kemendiknas (2010:9) adalah sebagai tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Indikator nilai disiplin menurut Kemendiknas (2010: 26) yaitu: membiasakan hadir tepat waktu, membiasakan mematuhi aturan dan menggunakan pakaian sesuai dengan ketentuan. 

Mengingat pada zaman milenial seperti sekarang ini para peserta didik sudah mengenal teknologi yang begitu canggih.

Contohnya saja alat komunikasi yang bisa disebut dengan HP. Bahkan anak kecil saja sekarang sudah mengerti cara menggunakan HP. Aplikasi yang ada di HP memang membantu pembelajaran seperti menyelesaikan tugas.

Namun dalam penggunaan aplikasi tersebut sering salah digunakan oleh peserta didik.Bahkan dari penggunaan HP yang terlalu sering akan membuat peserta didik tidak memiliki sikap disiplin.Terlalu kebanyakan menggunakan HP peserta didik lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelajar. 

Sikap disiplin perlu ditanamkan sejak Sekolah Dasar. Jika sikap disiplin tidak ditanamkan sejak dasar pasti kedepannya peserta didik tersebut kurang memiliki nilai disiplin yang dapat berakibat buruk untuk kedepannya.

Sikap disiplin dapat diajarkan terlebih dahulu dari lingkungan keluarga. Orang tua dalam keluarga adalah hal yang sangat berpengaruh dalam berhasil atau tidaknya untuk mendidik karakter seorang anak.

Membentuk karakter bukanlah perkara yang mudah karena karakter tidak dapat diwariskan  atau diturunkan begitu saja melainkan dengan membangun secara berkesinambungan dan terus menerus melalui pola pikir dan aksi nyata. 

Setelah lingkungan keluarga sikap disiplin juga diajarkan di lingkungan sekolah.Di sekolah pasti terdapat peraturan yang harus ditepati semua peserta didik.

Jika peserta didik melanggar peraturan yang ada akan mendapat sanksi atau hukuman.Disinilah cara guru untuk menerapkan sikap disiplin pada peserta didik.

Jika ada peserta didik yang kurang memperhatikan sikap disiplin peran gurulah sangat penting.Guru harus bisa memberikan contoh disiplin juga kepada peserta didiknya.

Guru juga harus selalu memberikan motivasi dan arahan agar peserta didiknya memiliki sikap disiplin yang tinggi.Karena kenyataannya masih banyak peserta didik yang kurang memiliki sikap disiplin.

Contohnya saja masih banyak peserta didik yang sering terlambat masuk sekolah. Jika kebiasaan itu tidak dihilangkan maka dapat berdampak di jenjang berikutnya.

Bahkan bisa sampai ke jenjang kuliah atau bisa juga dalam kehidupannya yang akan datang.Maka dari itulah sikap disiplin harus selalu diterapkan dalam kehidupan sehari hari setiap orang.

Nilai disiplin dapat membentuk karakter yang baik dalam setiap diri seseorang. 

(Red/Erwinda Khoirunnisa,PGSD Universitas Sarjanawijata Tamansiswa Yogyakarta)