Pengangguran Efek Covid19 Paksa Indonesia Ajak Kolaborasi Malaysia & Thailand

Berita Nusantara

KORANBOGOR.com, JAKARTA, — Efek pandemi Covid19 terkait masalah ketenagakerjaan memaksa Indonesia mengajak Malaysia & Thailand berkolaborasi memulihkan ekonomi. Menyusul gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) & dirumahkan menyebabkan 1,8 juta menganggur (data Kemenaker per 27 Mei 2020), atau 6,5 juta pekerja versi Kamar Dagang & Industri (Kadin).

“Merujuk data ADB, pertumbuhan ekonomi Asean turun dari 4,7% pada 2019 menjadi 1% dalam kuartal I/2020. Bahkan ILO melaporkan pekerja Asean turun atau sama sekali menganggur termasuk kehilangan tunjangan & perlindungan sosial terutama pekerja perempuan,” ujar Budi Hartawan, Plt Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, dalam keterangan Media diterima KB, Senin (20.7/20).

Untuk itulah, katanya, dibutuhkan kolaborasi strategis antarnegara tetangga khususnya dalam kerangka kerja sama IMT-GT (Growth Triangle) yang berfokus pemulihan ekonomi subregional di Wilayah Perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut pekerja yang dirumahkan dan PHK mencapai 6,4 juta orang yang diakuinya berbeda data Kemenaker yang hanya 2,8 juta orang.

“Data ini akan terus bertambah seiring berlanjutnya kondisi Covid19.”

Kondisi itu semakin parah, seperti pernah diungkap Aktivis Pekerja Nining Elitos, jika sampai disahkan RUU Cipta Lapangan Kerja yang memberangus hak-hak pekerja apalagi karyawati. Mulai dihilangkannya patokan upah regional, diterapkannya rekrutmen secara outsourcing, hingga dihapusnya sanksi perusahaan yang melanggar masalah ketenagakerjaan.

“Perempuan pekerja akan paling terdampak dengan RUU Cilaka karena dihapusnya ketentuan perlindungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Media, Jumat (21.2/20) usai unjuk rasa Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mewakili Fraksi Rakyat Indonesia (FRI)

“Perempuan yang mengambil cuti haid, cuti hamil/keguguran, dan menyusui saat bekerja (memerah ASI) tidak akan dianggap sedang bekerja sehingga otomatis tidak mendapat upah.”

Penyaji : Iksan

Editor : Dedy Kusnaedi