PENTINGNYA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SD

Nusantara

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam suku, agama, ras, golongan dan lain sebagainya. Perbedaan tersebutlah yang berpotensi memperkaya Indonesia.

Namun di sisi lain hal tersebut dapat menjadi bumerang bagi bangsa Indonesia dimana dapat memecah belah bangsa Indonesia.

Jika keberagaman yang di miliki oleh bangsa indonesia tidak dikelola dengan baik dan benar makan dapat menjadi sumber perpecahan dalam bangsa Indonesia.

Pendidikan multikultural dapat didefinisikan dalam banyak pandangan. Pendidikan multikultural lahir karena permasalah manusia yang ditindas hanya karna perbedaan.

Pendidikan multikultural bertujuan memuliakan manusia  dengan memandang semua manisia setara, dapat bekerjasama dan saling menghormati walau ada perbedaan suku, rasa, agama, etnis, budaya, jenis kelamin dan cara pandang.

James A. Banks (2001) mendeskripsikan pendidikan multikultural sebagai suatu ranngkaian kepercayaan (set of beliefes) dan penjelasan yang mengakui dan menilai pentingnya keragaman budaya dan etnis di dalam membentuk gaya hidup, pengalaman sosial, identitas pribadi, kesempatan pendidikan dari individu, kelompok maupun negara.

Dalam pengertian ini terdapat adanya pengakuan yang menilai pentingnya aspek keberagaman budaya dalam membentuk perilaku manusia.

Berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia yang multikultural, maka untuk membentuk negara yang kokoh perlu mengembangkan jenis pedidikan yang relevan untuk negara yang multikultural, yaitu dengan menggunakan pendidikan multikultural.

Selain itu pada saat ini anak-anak sekolah dasar telah mengenal dunia maya ataupun gadget. Dimana hal tersebut dapat membuat anak-anak menjadi individualisme,yang tak kalah perlu di perhatika adalah dengan adanya dinia maya anak-anak tersebut banyak sedikit mengetahui budaya luar bahkan anak-anak tersebut mengikutinya, sehingga tak sedikit anak Indonesia yang tidak memahami kebudayaan mereka sendiri.

Pengenalan pendidikan multikulturan di tingakat sekolah dasar sangat di perlukan, dimana agara anak-anak dapat mengenal keberagaman yang ada di sekelilingnya, baik itu kebragaman suku, etnis, agama, ras, budaya dan lain sebagainya.

Penerapan pendidikan multikultural tidak harus dalam sebuah mata pelajaran tersendiri, guru dapat mengkaitkan atau memasukkan materi pendidikan multikultural kedalam mata pelajaran yang laiannya. Guru juga dapat meminta anak untuk menyebutkan keberagaman apa saja yang ada di sekelilingnya.

Pendidikan multikultural tidak hanya di dapat melalui pendidikan secara formal saja, tetapi juga dapat melalui lingkungan masyarakat sekitar, maupun dari lingkungan keluarga.

Selain itu kini anak-anak telah mahir dalam menggunakan gadget, maka dari itu guru maupun orang tua dapat memanfaatkan teknologi tersebut dalam mengeksplor keberagaman yang ada di Indonesia sehingga anak dapat lenih memahami kekayaan yang ada di Indonesia.

Dengan diterapkannya dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi diharapkan dapat menjadi pondasi yang kuat bagi anak-anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia agar tetap dapat menjaga keberagaman yang ada tanpa adanya perpecahan.

Untuk mewujudkan tercapainya pendidikan multikultural,harus didasarkan pada konsep ketaqwaan,keberadapan,kesopanan,toleransi, kemandirian,bebas dari paksaan,ancaman,keadilan sosial,dan persamaan hak dalam konsep dan praktik pendidikan.

Guru juga harus tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran agar tidak menyinggung satu sama lain.

Pemerintah sebagai pusat kendali dari pendidian yang merumuskan kurikulum,hendaknya mewajibkan untuk memasukkan pendidikan multikultural kedalam semua mata pelajaran di sekolah dasar untuk mendorong siswa lebih lagi mencintai kemultikulturalan yang ada di Indonesia, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air tanpa perbedaan suku, ras, agama dan kebudayaan.

Penulis : Anita Tri Astuti ( Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)