PERMASALAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA ANAK SD

Nusantara

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTAPembelajaran matematika di SD merupakan salah satu pembelajaran yang menarik untuk dikembangkan, anak usia SD sedang mengalami perkembangan dalam berfikir dan belajarnya.Matematika merupakan ilmu deduktif, aksiomatik, formal, abstrak dan menggunakan bahasa simbol pada arti.

Oleh kerena itu sangatlah penting pembelajaran matematika diajarkan sejak anak masuk dalam pendidikan SD. Matematika berbeda dengan ilmu lain seperti sosial kerena matematika ilmu pasti.

Tapi sering kali kita menemukan banyak permasalahan pada anak SD terutama pada pembelajaran matematika,bahkan pemebelajaran ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian banyak anak SD, alasannya pembelajaran ini menggunakan simbol-simbol yang memiliki arti untuk diterjemahkan kedalam bahasa mereka.Padahal matematika merupakan pembelajaran yang penting dan wajib yang harus diajarkan untuk mereka. 

Banyak orang memandang pembelajaran matematika merupakan pembelajaran yang paling sukar. Hal ini dibuktikan pengalaman peneliti dalam mengajar matematika terhadap anak SD, alesanya mereka terlalu pusing saat mencoba menyelesaikan soal tersebut. Bahkan dia mengatakan ini pindah ke sekolah yang tidak ada pelajaran matematika. Fakta ini membuktikan bahwa pelajaran atau pembelajaran matematika menakutkan bagi siswa tersebut.

Dalam pelajaran matematika terdapat berbagai materi yang harus diberikan. Ada materi yang harus diberikan yaitu oprasi hitung dalam menhitung pecahan , siswa kelas V SD Negeri 1 Jaya Mulya Kecamatan

Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur banyak mengalami kesulitan misalnya dalam menyamakan dari dua penyebut atau lebih pecahan, dalam menjumlahkan pecahan. Hal ini terlihat dari ulangan harian yang begitu rendah.

Media merupakan salah satu cara alternatif untuk mengatasi dan mengurangi permasalahan pembelajaran di SD,karena selama ini pendidik hanya menggunakan metode konvensional dalam mengajarkan matematika.

Pengaruh metode dan media sangatlah besar dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, apalagi pembelajaran matematika merupakan pembelajarn yang pasti, artinya hasilnya adalah pasti tidak bisa dikira-kira seperti pelajaran IPS atau Bahasa. 

Adapun media dan metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu pendidik mengatasi permasalah  pembelajaran matematika anak SD seperti : tutor sebaya, number head together jigsaw dan masih banyak lagi metode dan media terbaru.

Berdasarkan pada paparan diatas, pada ulangan harian menghitung pecahan menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas V SD Negeri 1 Jaya Mulya Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur sangat kurang.

Adapun masalah-masalah yang menyebabkannya adalah. Kemampuan menghitung pecahan di Sekolah Dasar Negeri 1 Jaya Mulya Kecamatan Semendawai Suku III belum optimal.

Menurut teori perkembangan kognitif, anak-anak pada usia SD masih berada pada tingkat berfikir yang sederhana, terbatas pada hal-hal kongkret. Sementara itu objek kajian matematika adalah bersifat absrtak.

Guru tidak berperan sebagai jembatan yang baik untuk menghubungkan sifat matematika dan pola berfikir anak sekolah dasar.

Misal lainya adalah guru juga tidak terkonsentrasi dalam mengajar matematika karena guru harus mangajar mata pelajaran yang lain.

Tentu saja ia tidak tahu mendalam mengenai seluk beluk matematika dan bagaimana cara menjabarkanya pada anak.

Tak jarang pula terjadi miskonsepsi atau salah konsep pada guru yang secara pribadi telah terbawa sejak guru tersebut berada di sekolah dasar hingga kemudian ia menyampaikan sesuatau yang salah tersebut kepada siswanya.

Pembelajaran matematika di SD seharusnya dimulai dari hal-hal yang konkrit berdasarkan pada aktifivitas atau kegiatan, namun realitanya bagaimana.

Karena itulah, ini semua menjadi tugas dan tanggung jawab bagi para praktisi pendidikan dan kita sebagai guru untuk mencari penyelesaian permasalahan ini melalui inivasi-inivasi dalam pembelajaran matematika di SD.

Salah satu inovasi pembelajaran mislanya mengajarkan matematika dengan hal-hal berhubungan dengan praktik-praktik budaya yang dekat dengan anak (etnomatematika). Miasalnya anak yang dekat dengan budaya, diperkenalakan praktik budaya yang bersentuhan dengan matematika.

(Red/Oleh : Dita Apriana,PGSD, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )