PERNYATAAN SIKAP GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA WILAYAH V TERKAIT TINDAKAN APARAT PEMERINTAH TERHADAP MAHASISWA PAPUA DI SURABAYA, JAWA TIMUR.

Berita Nusantara

Kronologi Lengkap Kejadian Penangkapan Terhadap Mahasiswa Papua Di Surabaya

  1. Pada Rabu 14 Agustus 2019 sekitar pukul 09.30 WIB, Satpol PP mengunjungi asrama mahasiswa Papua dan meminta izin untuk melakukan pemasangan bendera.
  2. Pada Kamis 15 Agustus 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, Drs. Ridwan Mubaraun M.Si sebagai camat tambaksari bersama TNI dan Satpol PP, melakukan pemasangan bendera merah putih di luar pagar asrama mahasiswa Papua Surabaya.
  3. Pada Jumat 16 Agustus 2019, di jalan Kalasan No. 10 sekitar pukul 15.20 WIB, anggota TNI/Polri, Satpol PP dan sejumlah ormas mendatangi asrama mahasiswa Papua dengan tuduhan kepada mahasiswa Papua melakukan perusakan tiang bendera  dan pembuangan bendera merah putih ke selokan.
  4.  Oknum yang berada dilokasi saat itu adalah TNI/Polri dan Satpol PP. Terdengar teriakan “monyet dan anjing” dari luar pagar asrama kepada mahasiswa Papua. Saat itu TNI/Polri dan Satpol PP tidak membuka ruang dialog yang baik kepada mahasiswa Papua, untuk memberikan penjelasan  terkait pengrusakan tiang bendera dan tidak ada investigasi dari TNI/Polri, Satpol PP terkait pengrusakan tiang bendera.
  5. Malam hari pada tanggal 16 agustus 2019, beberapa ormas mendatangi asrama Papua dan bertindak reaksioner sambil menyanyikan yel-yel “ usir-usir usir Papua jancok, usir Papua sekarang juga” secara berulang-ulang.
  6. Sekitar pukul 23.40 WIB TNI/Polri, Satpol PP dan organisasi massa tetap bertahan di depan asrama Papua, sehingga segala aktivitas mahasiswa Papua tidak bisa dilakukan, baik hanya untuk membeli makanan. 
  7. Pada Sabtu 17 Agustus 2019 sekitar pukul  02.00 WIB, 2 orang mahasiswa Papua mengantar makanan kedalam asrama tetapi dihadang didepan pagar oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolrestabes. Sekitar pukul 14.40 WIB, aparat Polisi yang lengkap dengan senjata tanpa surat penggeledahan dan penangkapan, melakukan upaya paksa masuk ke dalam asrama dengan cara menembakkan gas air mata terlebih dahulu.
  8. Mahasiswa Papua menyerah kemudian ditangkap, diborgol, disuruh jongkok lalu digiring ke dalam 3 truk yang disediakan. Pada saat penangkapan beberapa mahasiswa Papua mengalami tindakan represif dari oknum kepolisian. Jumlah mahasiswa yang ditangkap sebanyak 42 orang dan 1 kuasa hukum, kemudian mahasiswa Papua dibawa ke Mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan. 
  9. Pada 18 Agustus 2019 dini hari, Polrestabes memulangkan mahasiswa Papua setelah pemeriksaan.

Berdasarkan kronologi tersebut maka Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia se-wilayah V menyatakan sikap bahwa :

  1. Mengutuk keras tindakan represif dari pihak keamanan ( TNI dan POLRI) yang menembaki mahasiswa Papua dengan gas air mata
  2. Mengecam tindakan Polri yang menerobos masuk  dan menembakkan gas air mata
  3. Menyayangkan tindakan kepolisian yang tidak sesuai dengan prosedur hukum mengenai  penggeledehan, penangkapan dan penahanan. 
  4. Meminta kepada kepolisian ataupun TNI untuk membebas tugaskan  bawahan dari TNI/Polri yang terlibat dalam tindakan persekusi
  5. Meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas persekusi yang dilakukan oleh ormas-ormas dan harus menetapkan tersangka
  6. Meminta kepada Polri  dan Polda Jawa Timur untuk meminta maaf kepada masyarakat Papua atas tindakan represif dan persekusi yang dilakukan oleh anggotanya

Mengetahui

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia

ttd0003

Se-Wilayah V

Ridwan Tapafeto

C:\Users\HP\Downloads\WhatsApp Image 2019-08-21 at 00.28.59.jpeg

Kordinator Wilayah V

Angganita Thyssen                                         Jodi Martin Sianipar

      Ketua Cabang GMKI Surabaya                 Ketua Cabang GMKI Malang

C:\Users\LENOVO\Downloads\TTD Kecab.png

C:\Users\HP\Downloads\WhatsApp Image 2019-08-21 at 00.23.21 (1).jpeg

Alyuprayitno Umbu Makaborang                              Prandi A.L Fanggi S.H

          Ketua Cabang GMKI Denpasar                          Ketua Cabang GMKI Mataram

Tembusan

  1. PP GMKI Cq Sekum 6.   Kanwil Komnas HAM
  2. GMKI Cabang Wilayah V 7.   Polrestabes Kota Surabaya
  3. Gubernur Jawa Timur 8.   Walikota Surabaya
  4. Kepolisian Daerah Jawa Timur 9.   DPRD Kota Surabaya
  5. DPRD Prov. Jawa Timur