Plt Jubir KPK : Kembali Diperiksa, Rachmat Yasin Sebagai Tersangka dan Rudi Wahab Sebagai Saksi

Bogor Now Nusantara

KORANBOGOR.com, BOGOR-Plt Juru Bicara Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Ali Fikri menyatakan penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY), bersama wiraswastawan Rudi Wahab Jumat (17/7)

RY diminta keterangan sebagai tersangka, kasus dugaan penyunatan dana dan gratifikasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sekitar Rp 8,93 miliar.

“RY dipanggil untuk di periksa sebagai tersangka,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya Jumat (17/7/2020) siang.

Selain RY, penyidik KPK juga memanggil wiraswastawan, Rudy Wahab sebagai saksi kasus yang menjerat RY.

RY ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan memotong pembayaran dari beberapa SKPD dan diperkirakan berjumlah Rp 8,93 miliar.

Dana sebesar itu, dikabarkan digunakan untuk biaya operasional Bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan tahun 2013 dan 2014.

Selain itu, RY disebutkan menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil mewah Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

Lahan seluas 20 hektare diduga diberikan oleh seorang pemilik lahan untuk memuluskan perizinan lokasi pendirian pondok pesantren. Sedangkan gratifikasi berupa kendaraan berupa mobil mewah diduga berasal dari pengusaha yang memegang sejumlah proyek besar di Kabupaten Bogor.

RY disangkakan melanggar pasal 12 huruf f dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Informasi diperoleh, RY kembali diseret ke ranah hukum bagian dari pengembangan kasus suap terkait rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor, yakni dugaan pembukaan jalan tembus Puncak dua yang menghubungkan Sentul Kecamatan Citeureup dengan kota bunga Cipanas Cianjur tahun 2014.

Sebelumnya RY divonis bersalah dan dihukum penjara selama 5 tahun 6 bulan. Usai menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin Bandung Jawa Barat hingga bebas pada Mei 2019 lalu. RY kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus lain