PolMark Indonesia : Survey,Pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno Raih 42,7 Persen Suara

0
376
Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno menari bersama penari Banyuwangi

KORANBOGOR.com-PolMark Indonesia merilis hasil survei elektabilitas pasangan cagub-cawagub Jatim yang dilakukan pada 6–11 Februari 2018, pada Rabu (14/3).

Hasilnya, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) meraih 42,7 persen suara.

Sementara itu, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak hanya 27,2 persen. Selisih di antara keduanya mencapai 15,5 persen.

Survei dilakukan kepada warga Jawa Timur yang tersebar di 36 kabupaten/kota. Mereka adalah para pemilih dengan rentang usia 17 hingga di atas 55 tahun.

Total responden sebanyak 1.200 orang dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk porsi jenis kelamin, laki-laki dan perempuan dibuat imbang.

”Ada berbagai alasan yang mendasari para responden dalam menentukan pilihannya kepada para pasangan calon,” kata Direktur PolMark Indonesia Eko Bambang Subiantoro.

Di antaranya, kata Eko, 22,6 persen responden memilih Gus Ipul-Mbak Puti karena mantan ketua GP Ansor itu dianggap berpengalaman memimpin Jawa Timur. Gus Ipul menjadi pendamping Gubernur Jatim Soekarwo selama dua periode sejak 2009.

Dan praktis, selama hampir 10 tahun itu, keponakan Gus Dur (mantan Presiden RI alm KH Abdurrachman Wahid) itu tak pernah sekalipun terlibat dalam isu korupsi.

Karena itu, Gus Ipul menjadi pilihan dibanding Khofifah karena dianggap jujur dan amanah.

Di mana saja Gus Ipul-Mbak Puti unggul? Eko mengatakan, persebaran pemilih Gus Ipul-Mbak Puti terlihat dominan di kawasan Mataraman.

Keunggulan paslon yang diusung PDI Perjuangan, PKB, dan Gerindra itu mencapai 37 persen. Bandingkan dengan Khofifah-Emil yang hanya 23,8 persen.

Selain itu, di daerah Tapal Kuda/Pendalungan Gus Ipul-Mbak Puti juga memimpin dengan 48,7 persen.

Sedangkan Khofifah-Emil hanya 18,7 persen. Begitu juga di kawasan Arek yang bahkan mencapai 50 persen. Sedangkan kubu rival hanya 27 persen.

Satu-satunya wilayah tempat Khofifah-Emil unggul hanya di Madura. Mereka memimpin dengan 57,7 persen sedangkan Gus Ipul-Mbak Puti 25,4 persen.

”Yang menarik, Khofifah sebagai calon gubernur perempuan tidak lantas membuat para pemilih perempuan memfavoritkannya. Sebab, 37,5 persen pemilih perempuan justru ke Gus Ipul. Sebanyak 33,2 persen perempuan ke Khofifah,” katanya.

Begitu juga para pemilih milenial. Jika rentang usia mereka diperkirakan pada range 17 tahun-30 tahun, maka Gus Ipul didukung sekitar 44-47 persen. Berbanding 25-30 persen pemilih milenial yang berkiblat ke Khofifah.

Eko juga mengatakan bahwa koalisi partai tidak linier dengan perilaku pemilih. Para pemilih partai koalisi Khofifah-Emil ternyata tidak solid.

Partai Nasdem, misalnya. Justru 46,7 persen pemilih Nasdem menyeberang ke Gus Ipul-Mbak Puti. Hanya 26,7 persen yang taat dengan dukungan partai.

Begitu juga Partai Golkar. Sebanyak 47,5 persen mbalelo dan memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Khofifah-Emil hanya mendapat 35 persen dukungan suara Golkar.

Namun, cairnya dukungan partai-partai koalisi itu tidak diikuti oleh kaum nasionalis. Para pemilih PDI Perjuangan paling solid dukungannya. Sebanyak 75 persen pemilih partai berlambang banteng itu mendukung Gus Ipul-Mbak Puti.

”Saya kira ini efek kehadiran Mbak Puti sebagai cawagub Gus Ipul. Sebab, PDI Perjuangan bisa dianggap sebagai partai yang menjadi saluran utama kaum nasionalis. Berbeda dengan kaum agama yang memiliki saluran partai berbeda-beda,” kata Eko.

Hasil survei PolMark itu sejalan dengan hasil penelitian lembaga survei Kedai Kopi. Kedai Kopi menyatakan bahwa Gus Ipul-Mbak Puti untuk sementara menjadi favorit dengan 53,7 persen suara. Sementara itu, Khofifah-Emil mengikuti di bawah dengan 46,3 persen .(Red/Survey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here