Presiden Jokowi Akan Ke Korea,Sambut Investasi Hyundai 14 Triliun

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan soal rencana Hyundai berinvestasi mobil listrik di Indonesia. Nilai investasi Hyundai diklaim Luhut mencapai US$1 Miliar sekitar Rp 14 triliun.

Luhut mengatakan, Presiden Jokowi akan turut terbang ke Korea Selatan untuk menyaksikan penandatangan kerja sama tersebut pada 25 November 2019. Menurutnya kerja sama itu mencakup juga perjanjian Hyundai untuk masuk ke Indonesia.

“Itu [Hyundai] akan tandatangani US$1 Miliar untuk mereka masuk ke sini,” kata Luhut saat rapat kerja dengan Baleg DPR RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Luhut mengatakan dalam investasi itu, Hyundai diminta untuk menyerap komponen bahan baku lokal. Lokasi pabrik untuk Hyundai ada di sekitar kawasan Kerawang, Bekasi, atau Purwakarta, Jawa Barat dengan luas lahan sekitar 600 hektare

“Mereka sudah saya minta, kalian pakai bahan dari Morowali,” kata Luhut.

Saat ditanya kapan realisasi investasi Hyundai, Luhut berharap dapat segera terealisasi. Rencana investasi ini bersamaan dengan keinginan pemerintah untuk mengedepankan hilirisasi industri.

Menurutnya, Indonesia sudah siap melangkah untuk mencapai rantai pasok global di industri kendaraan listrik dan komponen.

Rencana investasi Hyundai di Indonesia untuk kendaraan listrik sudah lama gaungnya, berawal pada 19 Februari 2019, CEO Grab Anthony Tan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, di kantornya. Luhut bilang, Grab berminat memproduksi mobil listrik bersama Hyundai di Indonesia.

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan CEO SoftBank Masayoshi Son bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Juli 2019 lalu. Softbank merupakan salah satu investor utama dari Grab.

Salah satu pembicaraan dalam pertemuan tersebut mengenai komitmen investasi SoftBank di Indonesia. Masayoshi Son mengatakan SoftBank ingin kembali berinvestasi US$2 miliar atau setara Rp 28 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000).

Sebelumnya, SoftBank mengklaim sudah menginvestasikan US$ 2 miliar di Indonesia . (Red)