Presiden:Segera Lakukan Penyederhanaan Prosedur Bantuan Sosial

Bogor Now Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengakui bahwa progres penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa masih belum optimal.

Hingga Sabtu (16/5), BST yang tersalurkan ke masyarakat baru 25%, progres BLT Desa malah baru menyentuh 15%.

“Sampai saat ini saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai. BST yang tersalurkan memang baru 25%. masih ada 75 persen yang belum menerima. BLT Desa desa juga baru tersalur 15%,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/5).

Melihat hal tersebut, kepala negara langsung memerintahkan seluruh menteri terkait yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar untuk menyederhanakan prosedur penyaluran sehungga bantuan bisa segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Sederhanakan prosedurnya, potong prosedurnya sehingga masyarakat segera menerima bantuan sosial ini baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai. Masyarakat yang belum daapt juga bisa menanyakan terus kepada RT, RW atau kepala desa,” ucapnya