Ramai-ramai Tolak Aksi Di MK, Ini Seruan Ponpes Sunan Kalijaga Yogyakarta

Berita Nusantara

KORANBOGOR.com, JAKARTA-Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Yogya Beny Susanto mengatakan Keluarga Besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga mengajak seluruh elemen masyarakat berdoa demi kemaslahatan bangsa di tempat masing-masing ketimbang mengikuti ajakan untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. “Meskipun dikemas dalam acara halal bi halal super damai,” ucap Beny seperti dilansir dari Tempo.co, Senin,(24/6/2019).

Beny berpendapat jika seruan atas aksi di MK itu tidak ada manfaatnya, bahkan berpotensi memicu kerusuhan seperti yang terjadi di aksilalu di depan Bawaslu, Jakarta. Selain Beny juga menilai jika ajakan aksi jelang dan sampai pada sidang putusan majelis hakim MK Kamis 27 Juni mendatang, bertolak belakang dan tidak konsisten dengan semangat dan penghormatan kepada paham konstitusionalisme.

Ditambah lagi, ujar Beny, sidang PHPU yang telah digelar oleh 9 Hakim Konstitusi di MK berjalan secara terbuka, profesional, independen dan dihadiri para pihak; pemohon, termohon dan pihak terkait. Semua, kata dia, mendapatkan kesempatan yang adil untuk menyampaikan alat-alat bukti, dalil dan kesaksian.

“Jangan kotori independesi majelis hakim dengan agenda-agenda aksi jalanan yang berpotensi membawa kerusakan atau mafsadat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuh dia.

Selain itu kata dia, seruan atas aksi di MK itu melawan himbaun calon presiden nomor urut 02 H. Prabowo Subianto yang telah menyerahkan urusan sengketa PHPU kepada tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan penghormatan terhadap prinsip konstistusionalisme. Oleh karena itu, Ponpes Sunan Kalijaga mendukung kebijakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang melarang dilakukan aksi di sekitar MK.

Beny mengatakan fungsi MK untuk menghilangkan sengketa dan apapun keputusannya nanti harus bisa diterima semua pihak dengan kebesaran jiwa.

“Selaras dengan kaidah hukum Islam atau hukmul haakim fii masaailil ijtihaadiyati yarfa’ul khilaaf. Jika saja tetap ada pihak bersikeras untuk melakukan aksi di MK, maka kami menghimbau Kapolri agar dilakukan kebijakan prenventif dan represif secara simultan sesuai dengan ketentuan UU demi keselamatan warga, bangsa dan negara.” sebut Beny

Beny mengatakan di kerangka partisipasi dan peran konstruktif warga negara yang sederhana terutama politik kebangsaan-kerakyatan (as-siyaasah al-‘aaliyah) bukan politik partisan (as-siyaasah as-saafilah).

Isinya, antara lain, kepada seluruh peserta Pemilu 2019 (parpol, perorangan dan paslon) dan tim sukses agar berperan aktif dalam upaya memperkuat tali silaturahmi, persaudaraan dan persatuan nasional.

“Hentikan produksi hoaks, fitnah dan ujaran kebencian karena dapat membahayakan kamtibmas dan potensial mengancam keamanan negara. Saatnya bergandengan tangan untuk kemajuan, keadilan, kemakmuran bagi seluruh bangsa dan negara,” imbuh dia.

Kepada kaum muslim di manapun, Ponpes Sunan Kalijaga lanjut dia, menyerukan untuk memperbanyak membaca shalawat asghil, karena tidak akan tertolak, doa yang sangat luar biasa, menumbuhkan rasa cinta dan menghancurkan potensi durjana yang membahayakan bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.