Ray Rangkuti : Isu PKI Hanya Untuk Naikkan Nama Politikus

Nusantara

Beberapa hari terakhir, isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia atau lebih karib disebut PKI kembali berhembus kencang di tengah-tengah masyarakat. Hal itu bermula dari pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo yang mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan tanda-tanda kebangkitan partai yang pernah dipimpin oleh DN. Aidit itu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, isu kebangkitan PKI saat ini seperti telah menjadi agenda rutin yang disuarakan setiap tahunnya, tepatnya menjelang 30 September. Namun, isu itu tidak lain hanya digunakan untuk menaikan nama atau pamor politikus yang menguak kembali isu kebangkitan PKI.

“Karena ini sangat efektif untuk menaikan popularitas politikus (yang mengangkat isu kebangkitan PKI) itu,” katanya dalam diskusi virtual, Rabu (30/9).

Selain itu, politikus yang mengangkat isu kebangkitan PKI sebgai salah satu agenda politiknya pun tak harus merogoh kocek dalam untuk meningkatkan polularitasnya. Karena memang sampai saat ini, diakui Ray masih ada pihak yang tertarik dengan PKI dan isu soal kebangkitannya.

Namun, pada kenyataannya masyarakat yang masih tertarik dengan isu kebangkitan PKI sebenarnya tidak lebih dari 15 persen jumlah penduduk Indonesia.

“Tapi bagi mereka yang memang membutuhkan perhatian dan suara, angka 15 persen itu cukup menggiurkan. Apalagi didapatkan dengan cara yang relatif mudah dan meriah,” ujar dia.

Tidak hanya itu, Ray juga menilai, isu kebangkitan PKI sudah tidak relevan lagi untuk diangkat pada zaman modern seperti ini. Sebab, anak-anak muda sekarang sudah terbiasa berpikir kritis.

Sehingga, saat isu PKI menguak kembali mereka akan secara otomatis mencari tahu kebenaran tentang isu tersebut.

“Padahal kebenaran soal PKI yang ada saat ini itu sudah sangat minim.

Paling hanya beberapa tokoh PKI yang masih hidup sampai sekarang. Itu pun dulu pada saat peristiwanya mereka masih sangat kecil,” tutupnya.(Red)