Selain Virus Corona ,Waspadai Juga Demam Berdarah Dengeu (DBD)

Kesehatan Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Virus Corona atau Covid-19 sudah menyebar hingga ke 29 provinsi. Corona memang menjadi virus yang berbahaya, tetapi jangan sampai masyarakat mengabaikan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ada banyak cara untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti. Selain membersihkan rumah dari kelembapan hingga menggunakan lotion tubuh untuk anti nyamuk.

Louis Sumantadiredja selaku Product Manager Soffell menjelaskan, masyarakat Indonesia suka sesuatu yang alami dalam melindungi tubuh dari serangan nyamuk.

“Salah satunya seperti menggunakan ekstrak daun, maka kami mengeluarkan varian baru lotion yang mengandung bahan alami yaitu menggunakan ekstrak daun Cymbopogon atau serai sehingga lebih nyaman untuk dipakai di kulit,“ ujar Louis, melalui keterangan tertulis yang diterima Sabtu (28/3/2020).

Menurutnya, ekstrak daun sereh akan membuat tubuh nyaman, tidak panas dan tidak membuat kulit kering atau iritasi.

Perlu diketahui, hingga 15 Maret 2020, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 25.693 orang dan telah merenggut 164 jiwa. DBD memiliki kasus di Indonesia setiap tahun.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan, terdapat 110.921 DBD di Indonesia pada 2019.

Angka ini meningkat dari 2018 dengan jumlah kasus sebanyak 65.602 kasus. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19.

Virus Corona merupakan virus baru yang muncul pada akhir 2019 di Wuhan, China, sedangkan DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.

DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan di mana penyakit ini ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan banyak ditemukan saat musim hujan karena nyamuk akan menetaskan telurnya
di air.

Perubahan iklim seperti hujan yang diselingi panas hingga beberapa hari membuat nyamuk Aedes aegypti leluasa berkembang biak karena nyamuk ini suka hidup pada daerah dengan kelembapan tinggi dan cuaca yang cukup hangat.

Ada perubahan perilaku nyamuk Aedes aegypti yang dahulunya menggigit hanya pagi dan sore hari. Kini bisa menggigit saat malam hari hingga subuh, serta berkembang biak di atas ketinggian 1.000 mdpl yang sebelumnya tidak pernah terjadi. (Mongabay.co.id).

Cara efektif dalam memberantas penyakit ini hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus dan memberikan perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk yang kini sudah hidup di luar rumah atau di luar ruangan.

Salah satu provinsi di Indonesia yaitu di Nusa Tenggara Timur telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dikarenakan kekurangan lotion anti nyamuk sebagai perlindungan diri.

Soffell lotion penolak nyamuk dapat digunakan untuk melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dengan efektif perlindungan mencapai delapan jam dengan dua perlindungan, yaitu mencegah nyamuk dengan aroma dan melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dengan rasa yang tidak disukai nyamuk.