Sleman Fashion Festival 2019: Pengembangan Fashion Batik dan Lurik

Nusantara

KORANBOGOR.com,SLEMAN– Bertempat di Ballroom Sleman City Hall, Denggung, Sleman, kemarin berlangsung Sleman Fashion Festival (SFF) 2019. Selain itu ada juga workshop dan┬álomba. Fashion show diikuti 18 desainer dari DIY dan sekitarnya dengan 50 orang model profesional dan 40 orang peraga.

Dalam event kali ini ada lomba fashion desain umum, desain assesoris, busana malam dan desain junior. 

Juara I fashion desain umum diraih Eska Dia, Juara II Riskiyah, Juara III Evis Kusuma. Juara I desain asesoris diraih Alfira Oktavian, Juara II Yayang Murdiyanto, Juara III Nuning Nurhayati.  

Untuk Juara I fashion busana malam diraih Abdul Hakim, Juara II Yuliana Fitri dan Juara III Ilham. Sedangkan lomba fashion desain junior juara I diraih Sarah Nurhayati, Juara II Kusmiati Surjandini dan Juara III Rica Etika.

SFF 2019 ini merupakan rangkaian kegiatan Sleman Fair 2019 yang rencananya akan dilaksanakan pada 8 September 2019 di Atrium Ambarukmo Plaza Yogyakarta.

Event tahunan yang sudah berjalan sejak tahun 2015 ini, tidak hanya menampilkan karya desainer dan model profesional saja. Terlebih pada pada pelaksanaan SFF 2019 ini, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi ikut catwalk dan langsung memeragakan busana dalam SFF 2019 tersebut.

Bupati Sleman dan isteri tidak sendirian. Ia bersama Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro, Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah dan pimpinan BUMD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sleman memperagakan busana karya Ramadhani dan Tanti Sarief. 

Selain itu, Hj Tri Kirana Muslidatun, SPsi, istri Walikota Yogyakarta Drs H Haryadi Suyuti juga turut memeragakan busana karya Dadang.

Event SFF 2019, bagi Bupati Sleman Sri Purnomo, merupakan salah satu bentuk pengembangan dan dukungan fasilitasi dari Pemkab Sleman terhadap pengembangan fashion, desain menggunakan produk lokal batik dan lurik. 

Penyelenggaraan SFF 2019 ini bisa menjadi rujukan fashion yang mengangkat batik dan kain lurik lokal. “Sehingga berbagai desain batik dan trend fashion yang dikembangkan nantinya dapat menjadi magnet wisatawan,” harap Sri Purnomo.

Terlebih lagi, tema SFF tahun 2019 ini adalah “When Etnic Meet Glams”, untuk mengangkat produk lokal Sleman berupa produk lurik dari Gamplong, Moyudan, dan batik khas Sleman Sinom Parijoto Salak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, mengatakan, SFF 2019 ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mengangkat batik dan lurik khas Sleman dalam dunia fashion secara berkesinambungan. “Sekaligus juga membuktikan bahwa produk lokal khas Sleman mampu berkompetisi di pasar dan berkualitas,” kata Sudarningsih, Minggu (1/9/2019). (Affan)