Tante Sari Mojokerto Uji Alat Ukur Sehari Selesai Diacungi Rusmin Amin

Nusantara Teknologi

KORANBOGOR.com, JAKARTA,–Program pelayanan tera/tera ulang alat ukur & perlengkapannya yang selesai dalam sehari (Tante Sari) Kabupaten Mojokerto diacungi jempol Direktur Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin.

“Program pelayanan tera/tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapan, yang disederhanakan tanpa mengurangi kualitas kinerja dalam sehari (Tante Sari) itu menandai komitmen pelayanan publik yang efektif dan efisien,” ujar Rusmin Amin, didampingi Korbid Analisa Kemetrologian, Rifan Ardianto, sambil acungi jempol, usai Webinar Tante Sari bersama Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Kamis (3.8/20).

Bagi Direktur Rusmin, Tante Sari Mojokerto merupakan bentuk penatalaksanaan tera & tera ulang dengan memberikan kepastian pelayanan selesai dalam sehari. “Apalagi Kabupaten Mojokerto sudah menerapkan ISO 9001:2015 sebagai percontohan.

Sementara Bupati Pungkasiadi mengungkapkan program Tante Sari bermanfaat bagi pelanggan/konsumen serta menuntut pelayanan cepat, akurat, & profesional sehingga tidak mengganggu kegiatan usaha, serta bermanfaat bagi UPT Metrologi Legal Mojokerto yang menambah jumlah perlengkapannya perhari.

“Kabupaten Mojokerto, Jawa Tengah, memilih fokus memberi kepuasan pelanggan pelayanan tera & tera ulang. Potensi UTTP kami cukup banyak dan sudah melayani 47.164 UTTP sepanjang 2020,” ujar Pungkasiadi.

Zona Integritas
Di tempat terpisah, Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono, mengapresiasi roadshow Webinar untuk sosialisasi UU nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

“Kepuasan konsumen dalam kepastian alat ukur pada semua daerah bisa menunjang kebangkitan perekonomian nasional di tengah Pandemi covid19,” ujar Dirjen Veri.

Veri Anggrijono mengisyaratkan keadaan itu merupakan bentuk implementasi Zona Integritas, yang bebas korupsi dengan birokrasi bersih serta memiliki jiwa melayani masyarakat secara baik dan benar.

“Alhasil, tertib ukur secara nasional dapat tercapai, dan Direktorat Metrologi mampu membangun instalasi metrologi sesuai standarisasi Organisasi Internasional Metrologi Legal (OIML) pada 2021.”

Penyaji : Iksan