Update Covid-19 Di Indonesia,Rekor Jawa Tengah Tertinggi 261 Positif

Bogor Now Nusantara

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Update covid-19 di Indonesia, rekor Jateng tertinggi 261 positif. Perkembangan kasus Covd-19 menunjukkan perkembangan menggembirakan sekaligus keprihatinan.

Hari ini, Rabu (15/7), mencatat tiga rekor sekaligus, yakni rekor Jateng tambah kasus positif, rekor angka kesembuhan dari virus Covid-19 dan rekor kasus meninggal.

Selama ini rekor penambahan kasus positif ditempati DKI Jakarta dan Jawa Timur.

‘’Kita perhatikan distribusinya untuk kasus yang kita temukan hari ini sebagai berikut, Jawa Tengah melaporkan kasus baru sebanyak 261 orang namun juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 120 orang,’’ kata juru bicara untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat konferensi pers di BNPB Jakarta, Rabu (15/7).

Adapun DKI Jakarta 260 orang kasus baru dan 193 orang sembuh, Jawa Timur melaporkan 165 kasus baru dan 521 orang sembuh, Sulawesi Selatan 158 kasus baru dan 113 sembuh,Kalimantan Selatan 109 kasus baru dan 41 sembuh, Sumatera Utara 99 kasus baru dan 41 sembuh, Jawa Barat 75 kasus baru dan 140 sembuh.

Angka kesembuhan pada Rabu (15/7) mencatat rekor tertinggi 1.414 kasus, sejak kasus ini muncul 2 Maret 2020. Namun angka pasien meninggal juga mencatat angka tertinggi 87 orang. Adapun tambahan kasus positf masih tetap tinggi 1.522 kasus baru per Rabu (15/7) pukul 12.00.

“Kasus konfirmasi positif Covid-19 tambahan yang kita dapatkan 1.522 sehingga total menjadi 80.094 orang,” katanya.

Dengan tambahan 1.414 sembuh total pasien sembuh menjadi 39.050. Rekor kesembuhan sebelumnya tercatat 1.190 pada Kamis (9/7) bersamaan dengan rekor tertinggi kasus positif 2.657 kasus positif.

Namun pasien meninggal dunia hari ini Rabu (15/7) mencatat rekor tertinggi juga dengan penambahan 87 orang sehingga total menjadi 3.797 orang. Sebelumnya rekor tertinggi kasus meninggal tercatat 82 orang pada Mnggu (5/7).

Yuri mengatakan hari ini pemeriksaan spesimen mencapai 24.871 sehingga total pemerksaan spesimen mencapai 1.122.339 dan dan 47.859 orang yang termasuk kategori suspek.

“Kasus pasien dengan pengawasan (PDP) yang selama ini kita kenal menjadi kasus suspek,” kata Yuri menjelaskan definisi baru kategori pasien Covid-19.(Red)