VCT Batch 5: Memperbarui Cara Mengajar

Nusantara Pendidikan

KORANBOGOR.com ,YOGYAKARTA– Pelatihan virtual untuk kalangan pendidik terbesar saat ini Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 5 resmi dibuka pada hari Minggu (4/8/2019) oleh Koordinator 7 Seameo Center Indonesia, Dr. Gatot Hari Priowirjanto, melalui sebuah vicon di Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Jl Hayam Wuruk Yogyakarta.

Turut menjadi narasumber adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori, ST, M.Si. Penyelenggaraan VCT Batch 5 di bulan Agustus 2019 ini, bertepatan dengan bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.

Karena itu, tema yang dipetik juga berbau kemerdekaan, yakni memerdekakan guru dan masyarakat berkompetensi abad 21, dengan tagline guru abad 21, guru merdeka, merdeka berkolaborasi, merdeka berkomunikasi, dan merdeka berkreasi bersama.

Menurut Dr. Gatot Hari Priowirjanto, setidaknya 2.700 guru, pengawas, dan kepala sekolah dari berbagai jenjang terdaftar sebagai peserta VCT Batch 5.

Mereka akan dibantu oleh sekitar 332 instruktur untuk menyelesaikan serangkaian tugas dan mempelajari materi khas VCT, pembekalan guru menyongsong abad 21.Jika di Batch 4, materi baru yang dipelajari adalah tentang penggunaan QRCode, maka di Batch 5 ini peserta diwajibkan untuk mempelajari fungsi Speech To Text dan mereview konten laman Rumah Belajar milik Kemendikbud RI sebagai sumber belajar.

Penanggungjawab VCT Kota Yogyakarta, Maria Ernawati, M.Pd, mengatakan, para instrukturnya sangat luar biasa dalam menyampaikan materi diklat di depa peserta VCI Batch 5 Kota Yogyakarta. 

“Pelatihan VCT ini sudah berlangsung dari Batch 1 sampai dengan Batch 5 di seluruh Indonesia,” terang Maria Ernawati, M.Pd, yang menambahkan peserta pelatihan setiap Batch meningkat teramat luarbiasa. Batch 1 pendaftar berjumlah 384 dengan jumlah lulus 107, Batch 2 pendaftar 5 ribu dengan jumlah lulus 629, Batch 3 pendaftar 14 ribu seluruh Indonesia dengan jumlah lulus 2.314. 

“Karena jumlah yang teramat banyak maka seluruh Indonesia kemudian dikelompokkan menjadi 9 region,” terang Maria Ernawati, M.Pd.Adapun untuk Daerah Istimewa Yogyakarta masuk ke dalam region 5 menjadi satu dengan Provinsi Jawa Tengah, pada Batch 4 ada 1.628 peserta, yang left 393, bertahan 1.235 dan yang lulus 820 orang atau 66 persen. 

Di DIY sendiri pada Batch 4 terdapat 204 lulusan, yang kemudian sebagian meningkat menjadi instruktur di pelatihan Batch 5 ini. Kelulusan Region Jateng-DIY adalah kelulusan tertinggi di Indonesia.

Dan wilayah DIY adalah wilayah dengan kelulusan tertinggi se Region Jateng-DIY. “Maka selayaknya kita harus berbangga dan mensyukuri prestasi ini,” kata Budi Santosa Asrori, ST, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Untuk Pelatihan Batch 5 ini Region Jateng-DIY dibagi menjadi total 41 wilayah: 35 wilayah Jawa Tengah, 5 wilayah DIY, dan 1 wilayah khusus yaitu kelompok pengawas dan kepala sekolah SMA/SMK/MA/SLB  se-Jateng-DIY. 

Untuk DIY terdapat dua koordinator daerah yaitu Nurokhmah, MPd dan Ny. Harsiana.Pelaksanaan kegiatan offline DIY dilaksanakan di tiga titik: Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, P4TK Seni Budaya Sleman dan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul. Kenapa pelatihan ini menjadi sangat menarik dan penting?

“Pelatihan ini tidak berbiaya dan peserta cukup menyiapkan gadget dan kuota atau wifi secukupnya,” kata Nurokhmah.Testimoni para lulusan luarbiasa. Banyak yang merasa kaget sendiri karena kemampuan TI- nya terdongkrak berkat pelatihan ini.

Karena, dalam pelatihan ini dituntut kemandirian peserta, tapi tetap bimbingan tersedia penuh 24 jam, baik dari instruktur, penanggungjawab atau bahkan sesama peserta.Mandiri tapi tidak dilepas begitu saja, dan budaya berbagi sangat diutamakan di sini. Sehingga ketika lulus, maka semua rasanya bagai keluarga. 

Sertifikat yang didapat adalah sertifikat internasional se-Asia Tenggara dengan jumlah jam 40 JPL.

Dijelaskan Nurokhmah, setelah lulus maka terdapat kelanjutan pemanfaatan berupa jejaring komunikasi antarlulusan se-Indonesia.

“Dalam jejaring itu ilmu dan informasi yang beredar sangat banyak, bermanfaat, dan terkini,” kata Nurokhmah.Ke depannya akan semakin banyak komunikasi dan kerjasama  yang terjalin antara VCI Community dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Bagi Nurokhmah, mengutip pendapat Steve Jobs, teknologi bukan apa-apa dan yang penting adalah berkeyakinan bahwa semua orang keren dan cerdas, dan jika kita memberi mereka peralatan, maka akan tercipta berbagai hal yang menakjubkan. (Affan)Attachments area