Warga Sukabumi Panik ,Gempa Di Kab Bayah 5,2 SR

Nusantara

KORANBOGOR.com,SUKABUMI-Gempa yang berpusat di Kabupaten Bayah, Provinsi Baten, dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR) guncangannya dirasakan hingga ke wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (28/7/2019), dan membuat warga panik.

“Saat gempa saya dan keluarga sedang nonton televisi, tiba-tiba lampu gantung bergoyang dan awalnya dikira hanya tertiup angin, tapi getarannya semakin kencang dan kami langsung lari keluar rumah,” kata warga Kelurahan Dayeuh Luhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Yeni Haryani.

Akibat getaran gempa itu warga lain pun terlihat panik dan berhamburan keluar rumah sambil mengucap doa. Hingga saat ini warga pun masih mengkhawatirkan terjadi gempa susulan yang kekuatannya lebih besar.

Sehingga, sebagian masyarakat memilih untuk berjaga-jaga dan mengantisipasi adanya gempa susulan. Getaran gempa yang berpusat di 7.42 lintang selatan, 106.03 bujur timur 59 km Barat Daya Bayah, Banten, dengan kedalaman episentrum gempa 10 km di bawah permukaan laut yang terjadi sekitar pukul 21.25 WIB pada Minggu malam juga dirasakan warga Kabupaten Sukabumi.

Seperti dirasakan Atep Maulana, warga Kecamatan Sukabumi menyebutkan saat kejadian ia sedang asyik bermain handphone di pelataran rumah. Namun, melihat tetangganya lari ke jalan dan ia pun sempat panik karena getaran gempanya cukup kencang.

“Saya lari ke dalam rumah langsung menggendong dua anak saya dan membawanya ke halaman dan baru berani masuk ke dalam rumah setelah beberapa menit gempa berlalu,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Sementara, Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan relawan BPBD di setiap kecamatan untuk melaporkan kejadian dikhawatirkan ada rumah yang rusak akibat bencana itu.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi dengan magnitudo 5.2 yang terjadi di dekat Bayah, Provinsi Banten, dirasakan warga di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

BMKG menyebut pusat gempa berada 59 kilometer dari Bayah. Getaran terjadi pada pukul 21.25 WIB dengan koordinat 7.42 lintang selatan dan 106.03 bujur timur. Adapun kedalaman gempa adalah 10 kilometer.

    Analisis BMKG

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan Magnitudo 5,2 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,39 LS dan 105,98 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 44 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, gempa bumi di selatan Sukabumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan gempa bumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan obliq naik (thrust- oblique).

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI, Depok, Tangerang, Serang, Rangkasbitung , Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul II-III MMI, Lembang, Jakarta dan Karawang II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 22.01 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempabumi.

• Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg. ***