Artis Faye Nicole Jones Diperiksa KPK Terkait Kasus Tb Chaeri Wardhana

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Artis Faye Nicole Jones selesai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/1).

Artis Faye diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap yang menyeret PT Bali Pacific Pragama Tubagus Chaeri Wardhana

Pantauan di lokasi, Faye Nicole terlihat keluar dari Gedung KPK sekira pukul 17.00 WIB.

Dia tampak memakai kemeja berwarna biru dongker. Turut bersamanya seorang wanita menggunakan hijab saat keluar dari Gedung KPK.

Faye Nicole sendiri memilih diam saat ditanyai awak media terkait materi pemeriksaan yang telah dilaluinya. Faye Nicole hanya melemparkan senyum dan sesekali berpaling untuk menghindari sorotan kamera awak media.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan bahwa pihaknya memeriksa Faye Nicole untuk mendalami kasus suap Wawan.

“Iya, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TCW, kasus suap Lapas Sukamiskin,” kata Fikri.

Sebelumnya, Faye Nicole Jones mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK pada Rabu (18/12).

KPK tidak menerima informasi alasan ketidakhadiran Faye Nicole, pada saat itu.

Dalam persidangan perkara suap pemberian izin di Lapas Sukamiskin terungkap bahwa Wawan pernah menyuap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen untuk mengencani seorang artis di sebuah hotel daerah Bandung.

Nama Faye Nicole Jones santer disebut sebagai artis yang dikencani oleh Wawan di sebuah hotel daerah Bandung.

KPK mengaku telah mengantongi rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait plesiran narapidana Wawan dari Lapas Sukamiskin Bandung.

KPK sendiri telah menetapkan lima tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pengembangan perkara dilakukan setelah KPK menemukan adanya keterlibatan pihak-pihak lain.

Kelima tersangka itu yakni, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Almarhum Fuad Amin.

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu . (rEd)