Banteng Muda Indonesia Kab Kendal Bagikan Beras Ke Tukang Becak

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,KENDAL-Tak bisa dipungkiri, dampak atau imbas dari wabah virus Covid-19 telah menimbulkan berbagai masalah sosial. Peraturan atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tentu sangat berpengaruh terhadap segala sektor, termasuk berkurangnya penghasilan bagi pekerja yang bisa menyebabkan kekurangan pangan, terlebih pada kaum lemah finansial.

Menanggapi hal ini, Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Kendal melaksanakan kegiatan sosial “Giat Peduli Kendalku Sehat” dengan membagikan beras kepada masyarakat Kendal yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan upaya BMI untuk mewujudkan misi yang memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dwi Priyanto ST selaku Ketua BMI Kendal. Menurutnya, saat ini beberapa pihak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Bahkan permasalahannya sudah semakin berkembang, baik kesehatan, pemdidika, sosial dan ekonomi menjadi hal yang perlu ditangani secara cepat dan tepat sasaran.

“Permasalahan umum yang sering dijumpai di masyarakat, yakni pendidikan dan kesehatan yang menyertainya. Terutama bagi golongan masyarakat yang kurang beruntung dalam aksesibilitas, tidak berpenghasilan tetap, atau tidak mampu dalam menopang kebutuhan hidupnya,” jelas Dwi saat ditemui di lokasi pembagian sembako di depan Mapolsek Kendal Kota, Minggu (19/4).

Dirinya juga mengaku, pandemi virus Covid-19 bisa berdampak pada aspek ekonomi. Hal ini yang perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak, karena tidak menutup kemungkinan dapat mengganggu stabilitas sosial, budaya, dan politik.

“Untuk itu, saatnya kita membantu masyarakat yang kurang mampu, yang terdampak virus korona,” imbuhnya

Kegiatan sosial ini lanjut Dwi, adalah murni dari hasil patungan para anggota dan bantuan dari para dermawan.

Dirinya juga menegaskan, bahwa kegiatan ini tidak ada kaitan dengan pilkada, baik para bakal calon maupun partai politik.

“Ini murni aspirasi dari anggota dan sumbangan para donatur. Jadi tidak ada titipan atau boncengan dari para balon atau partai manapun. Sampai saat ini BMI masih netral,” tandasnya.

Ditempat yang sama, simpatisan BMI Kendal Kota, Didik Junaedi mengatakan, pembagian bantuan 2,5 kilogram beras tersebut diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menurutnya, program ini difokuskan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Sesuai kesepakatan pertemuan yang dihadiri tujuh perwakilan PAC BMI di wilayah Kendal, sasaran pembagian beras adalah pengemudi becak, penjaga parkir dan buruh angkat di pasar. Semoga ini bisa membantu mereka,” ungkapnya.

Didik menambahkan, disamping pembagian beras, BMI juga turut mensosialisasikan imbauan dari pemerintah, dalam menghadapi virus Corona.

Yakni dengan selalu menjaga jarak, memakai pelindung masker saat keluar rumah, dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Hari ini ada beberapa titik yang kami datangi sesuai ijin pihak Kepolisian, yakni wilayah kecamatan Weleri, kecamatan Kangkung, kemudian kecamatan Cepiring, kecamatan Patebon dan kecamatan Kota Kendal, serta wilayah kecamatan Brangsong,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima beras, Maryo (54) mengaku bersyukur atas pemberian bantuan beras ini.

“Matur nuwun (terima kasih – red) mas atas bantuannya, semoga amal baik mas dan mbak dari BMI mendapat balasan dari yang maha kuasa,” ucapnya.(Red)