Benny BP2MI Ngotot Lindungi TKI & Menaker Ida Bersikeras Omnibus Law Gol

Nusantara Politik

KORANBOGOR.com, JAKARTA, — Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, ngotot melindungi tenaga kerja di luarnegeri di tengah upaya keras Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengegolkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang kontroversial.

Pemberantasan Penempatan Non-Prosedural PMI pada 17/8/2020, Benny Rhamdani selaku Kepala BP2MI telah menyelamatkan puluhan calon anak buah kapal (ABK) dari tempat penampungannya PT Amin di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara Jumat 27.8/20.

“Selain bersinergi dengan K/L termasukS Lemhanas & Pemerintah Daerah danjdan BP2MI memantau pergerakan pekerja migran mulai rekrutmen, pra-keberangkatan, hingga penempatan & kembali ke daerah asal,” ujar politikus Partai Hanura itu dalam berbagai kesempatan.

“Mereka pahlawan devisa bagi negara, dan wajib dilindungi maksimal.”

Omnibus RUU Ciptaker
Sementara Menaker Ida Fauziyah terus ngotot berjuang mengegolkan RUU Cipta Lapangan Kerja sebagai cara mengundang investor asing untuk memulihkan ekonomi nasional yang ikutan resesi dampak pandemi Covid19.

Menyusul demo-demo ratusan buruh di berbagai daerah yang mendesak dibatalkannya RUU Ciptaker khususnya kluster ketenagakerjaan.

“Untuk selanjutnya saya selaku penerima amanat dari Menko Perekonomian maka kami akan menyampaikan laporan hasil pembahasan RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan dari tim tripartit ini kepada Menko Perekonomian, untuk kemudian diserahkan ke DPR untuk proses pembahasan berikutnya,” papar Menaker Ida kepada Media (2.8/20).

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal menolak pembahasan RUU Cipta Kerja di kala pandemi dan masa reses DPR. RUU ini ditudingnya lebih berpihak kepada pengusaha. KSPI pun mengancam akan terus menggelar aksi unjuk rasa.

Penyaji : Iksan