Bu Arni Ingin Wujudkan Masyarakat Melek Literasi Bersama Si MoBa

Bogor Now Hukum Politik

KORANBOGOR.com,LEUWILIANG-Pesona Si Mobil Baca (Si MoBa) telah menarik perhatian banyak orang, salah satunya ibu Arni Sumarsih, Guru di SDN Ciwaringin Kecamatan Leuwiliang dan Pendiri Kelas Matematika Ceria.

Sehari-hari ia mengajar menyambi membina taman baca masyarakat di lingkungannya, hanya saja ia merasa jika kegiatan membaca saja tak cukup membuat masyarakat melek literasi, hal tersebut membuat bu Arni putar otak. Bak gayung bersambut keinginannya membuat masyarakat lebih melek literasi hadir dalam bentuk Si MoBa.

Menurut pengakuannya ia mengenal Si MoBa dari rekan sejawatnya di Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) yang berada di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan.

Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya bu Arni mendaftarkan diri menjadi fasilitator Si Moba. “Ketertarikan saya bergabung menjadi fasilitator Si MoBa karena Si MoBa bukan sekadar menjadi perpustakaan keliling ke daerah-daerah, tetapi juga menyajikan buku-buku berkualitas di masyarakat. “Selama ini anak-anak kurang giat ke perpustakaan karena bukunya rata-rata berhubungan dengan pelajaran, berbeda dengan Si MoBa yang memiliki banyak koleksi buku terbaru. Bukan hanya untuk anak-anak, juga untuk berbagai usia,” ucap bu Arni.

Selama beberapa bulan ke depan Si MoBa dijadwalkan berkeliling ke 22 titik di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan menyasar sekolah dan masyarakat daerah marginal. Agar manfaat program bisa berdampak berkesinambungan, Si MoBa mencoba menjangkau masyarakat di titik yang berdekatan dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan sekolah pendampingan perpustakaan Gemari Baca.

Berdasarkan penuturannya selama menjadi fasilitator Si MoBa, bu Arni merasakan kesenangan tersendiri sebab bisa memberikan sumbangsih berharga untuk kemajuan literasi di daerahnya, “Saya sangat senang dan terharu bisa berbagi ilmu berharga kepada guru-guru di daerah yang belum mengenal baik literasi,” ungkapnya.

Si MoBa merupakan perpustakaan keliling yang dihadirkan karena keterbatasan masyarakat dalam menjangkau serta mendapatkan aksesibilitas terhadap perpustakaan dan manfaat program Gemari Baca, walaupun baru seumur jagung program ini diharapkan menjadi alternatif upaya dan solusi peningkatan kualitas literasi di masyarakat.

“Kebersamaan saya bersama Si MoBa memang tak lama, tapi mudah-mudahan ke depannya akan banyak aktivitas literasi seru yang ditujukan untuk semua kalangan usia agar peminatan masyarakat akan literasi lebih baik lagi,” pesan bu Arni. (AR)