Cara Mendidik Anak Broken Home

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Menjadi anak broken home tentu bukan suatu keinginan, namun keadaan dan takdirlah yang membawa kita pada kenyataan.

Mendengar kata broken home yang terlintas dipikiran kita adalah anak yang akan menjadi korban dari perpisahan kedua orang tuanya.

Kita telah menyaksikan dilingkungan sekitar kita bahwa anak-anak yang menjadi korban perceraian orang tuanya adalah anak-anak yang susah diatur, kurang perhatian, berandalan, pergaulan bebas dan hal-hal negative lainnya.

Namun sebenarnya tidak semua anak korban broken home seperti itu. Masih ada anak broken home yang mampu memiliki prestasi yang membanggakan meskipun ia tidak didampingi oleh orangtua yang utuh lagi. Sebenarnya itu semua tergantung cara mendidik anak tersebut.

Mendidik anak broken home tentu sedikit berbeda dengan anak yang memiliki keluarga yang masih utuh dan mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Ada beberapa cara mendidik anak broken home diantaranya adalah :

  1. Memberikan treatment khusus serta motivasi pada si anak

Banyak anak broken home yang mengalami tekanan dan kehilangan semangat.Disini peran guru sebagai orang tua kedua di sekolah sangat dibutuhkan.Ajaklah si anak berbincang biarkan ia meluapkan keluh kesah dan beban yang dialami.

Setelah itu berikan masukan serta motivasi padanya agar ia tidak larut dalam masalah keluarga. Berikan gambaran nyata seorang anak korban broken home yang mampu sukses meski tidak didampingi orang tua yang masih utuh dan harmonis.

  1. Berikan pemahaman bahwa masih banyak orang yang lebih susah darinya diluar sana

Ketika kita tertimpa suatu masalah, disitulah kita merasa bahwa kita seakan-akan adalah orang yang paling susah dimuka bumi. Padahal sebenarnya masih banyak orang yang lebih susah dari kita.

Ajak ia melihat kenyataan diluar sana. Mungkin dengan cara mengajak si anak pergi ke jalanan supaya ia melihat bahwa diluar sana masih banyak anak yang tidak bisa bersekolah, ia bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. 

Dan supaya si anak merasa bersyukur dengan apa yang ia alami, meskipun orang tuanya sudah tidak utuh lagi namun setidaknya ia masih memiliki kesempatan untuk bersekolah.

  1. Mendidik dengan penuh ketulusan 

Dengan ketulusan anak akan merasakan kasih sayang serta perhatian yang selama ini tidak ia dapatkan.

  1. Mendidik dengan menjadi teman berbagi

Dengan menjadi teman berbagi untuknya, kita dapat dengan mudah mengetahui setiap keluh kesahnya serta kita dapat memberikan saran serta solusi untuknya. Yang terpenting si anak tidak lagi menahan beban sendirian karena ada teman yang dapat ia percaya sebagai tempat berkeluh.

Tips untuk orang tua ialah kejujuran pada si anak, jelaskan bahwa mereka sebagai orang tua tidak lagi bisa bersama dengan alasan yang dapat diterima si anak.

Janagan libatkan anak dalam masalah mereka, usahakan tidak bertengkar didepan anak. Kemudian orang tua harus mampu menurunkan ego untuk tetap bisa mendampingi anak meski tidak lagi tinggal serumah.

Kedua orang tua harus memiliki komitmen yang sama yaitu tetap memprioritaskan anak dan memberikan kasih sayang serta perhatiannya pada anak.dengan tetap diprioritaskan serta diberikan kasih sayang dan perhatian anak akan merasa bahwa kedua orang tuanya masih sayang dengannya, dan ia tidak terlalu merasa bahwa ia adalah anak broken home.

(Red/Puput Mega Pratikna)
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kampus : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
NIM : 2018015369