Dirjen Perkeretaapian : Kereta Api Antar Kota Beroperasi 12 Juni 2020 ,Penumpang Usia Diatas 50 Th Digerbong Terpisah

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pada tahap awal kereta api reguler antar kota, pada 12 Juni 2020 mendatang akan kembali beroperasi. Sesuai Keputusan Kemenhub Nomor 41 Tahun 2020, jumlah penumpang di kereta api dibatasi 70 persen dari kapasitas.

Didalam rangkaian gerbong akan diterapkan pemisahan penumpang berusia di atas 50 tahun. Nantinya, akan ada satu rangkaian kereta yang di dalamnya berisi penumpang dengan usia di atas 50 tahun.

“Pemisahan usia 50 tahun ini nanti pada saat melakukan pemesanan bisa kita lihat posisi tempat duduk, ada 1 kereta dalam rangkaian yang diprioritaskan akan dikelompokkan untuk berusia di atas 50 tahun,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, Selasa (9/6/2020)

Aturan tersebut senantiasa menerapkan protokol kesehatan Covid-19, serta bagi penumpang harus menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak. Dan memperhatikan wilayah yang masih menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dalam surat edaran 7 Gugus Tugas, para penumpang sebelum masuk ke dalam rangkaian, harus menunjukkan surat bukti telah tes polymerase chain reaction (PCR) dengan masa berlaku 7 hari atau bukti rapid test yang berlaku selama 3 hari.

Apabila penumpang berasal dari daerah yang wilayahnya tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test, dapat menunjukkan surat bebas influenza dari fasilitas dari rumah sakit.

Kemudian selama berada di dalam rangkaian, sambungnya penumpang diminta untuk menggunakan jaket atau baju lengan panjang. Selain itu, penumpang juga diminta untuk menggunakan masker dan face shield.

“Syarat untuk kereta antar kota menggunakan face shield, jadi nanti ada penumpang yang duduk berdampingan.

Dan juga penumpang diminta untuk menggunakan jaket atau pakaian lengan panjang, untuk menghindari penularan yang cepat dan melalui droplet,” tukasnya.

Zulfikri mengatakan, di masa menuju new normal ini, pihaknya juga akan menyediakan ruang isolasi di dalam rangkaian kereta.

Ruang isolasi itu nantinya akan menggantikan rangkaian kereta makan.

“Menyediakan ruang isolasi di setiap rangkaian, nanti kereta makan akan dijadikan ruang isolasi, jika terdapat penumpang yang suhunya tidak normal akan di pindahkan ke dalam ruang isolasi,” tukasnya/ (Red)