Ditentukan Besok,Sanksi Pelanggaran PSBB Kota Gresik

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,GRESIK-Masa sosialisasi dan edukasi untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Gresik akan berakhir hari ini, Kamis (30/04/2020). Terkait dengan aturan tersebut, mulai besok mereka yang melanggar bakal dikenai sanksi.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, sosialisasi pemberlakuan PSBB sudah dilakukan tiga hari lalu sejak 28 April 2020.

Sanksi tegas pun akan ditimpahkan bagi siapa saja yang melanggar aturan sebagai upaya memutus mata rantai virus Covid-19.

“Mulai besok 1 Mei 2020 kita akan melakukan penindakan bagi siapa saja yang melanggar PSBB,” katanya.

Selain penindakan, lanjut Kusworo, aparat Kepolisian bersama tim gabungan baik itu dari unsur TNI, Satpol PP maupun Dishub akan terus meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.

“Kami terus mengedukasi masyarakat lebih masif lagi. Mengenai sanksi kami mengacu ke Perbup nomor 12 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sanksi tersebut bisa berupa sanksi administrasi, teguran lisan, dan tertulis,” katanya.

Ia menambahkan, dari aturan perbup tersebut jika masih ada aktivitas di jam malam mulai pukul 21.00 hingga 04.00 wib.

Sanksinya berupa teguran dulu. Namun, kalau tetap melanggar ada sanksi administrasi. Tapi, kalau bandel masih melanggar bisa dilakukan pencabutan usaha.

“Bagi masyarakat di jam malam yang masih berkerumun diluar rumah. Kami bisa melakukan penindakan dengan cara dibubarkan.

Namun, saat dibubarkan melawan petugas yang bersangkutan bisa dijerat dengan pasal 216 KHUP ancaman pidana penjara 4 bulan,” imbuhnya.

Selain melakukan jam malam pada saat pemberlakuan PSBB. Aparat Kepolisian dan tim gabungan juga telah menyiagakan 17 cek poin di sejumlah pintu masuk wilayah Gresik.

Sementara itu, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 drg. Saifuddin Ghozali menuturkan, perkembangan kasus Covid-19 di Gresik bertambah satu lagi.

Yang bersngkutan berasal dari Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik.

“Selain tambahan positif, hasil tes SWAB dari 14 orang. Kontak erat dengan resiko tinggi dan PDP 14 orang dinyatakan negatif,” pungkasnya.(Red)