DPC PPP Kota Semarang Mendukung Pasangan Hendi-Ita Pada Pilwalkot Mendatang

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Semarang, resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan Hendrar Prihadi (Hendi) dan Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang biasa disapa Ita pada Pilkada/Pilwalkot mendatang.

Ketua DPC PPP Kota Semarang, M Tafrikhan menyatakan, dukungan ini diberikan setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP resmi mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada pasangan petahana tersebut.

“Kami punya 25 ribu suara di tingkat kota yang nantinya akan kami arahkan untuk memberikan dukungan kepada Hendi-Ita pada Pilkada nanti,” kata Tafrikhan seusai konsolidasi internal partai dengan seluruh pengurus anak cabang (PAC) se-Kota Semarang di kantor DPC PPP, Jl Soegijapranata Semarang, Minggu (12/7).

Pada kegiatan yang dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) KH Nasikun dan para alim ulama ini, Tafrikhan komitmen akan menyosialisasikan rekomendasi dukungan kepada Hendi-Ita sebagaimana keputusan pengurus pusat.

Ketua DPC PPP Kota Semarang M Tafrikhan (tengah) beserta sejumlah pengurus pimpinan cabang menghadiri konsolidasi internal partai di kantor DPC partai tersebut, Jl Soegijapranata Semarang, Minggu (12/7). (SM/Eko Fataip)

“Kami juga meminta kader PPP ikut membantu menyosialisasikan tentang protokol kesehatan terkait pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

DPC PPP Kota Semarang lebih dulu mengusulkan dukungan ini melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Usulan itu akhirnya diterima dengan keluarnya surat rekomendasi dari DPP PPP yang ditandatangani Wakil Ketua Umum Ermalena dan Sekretaris Jenderal Arsul Sani.

Sebelumnya, Tafrikhan dan pengurus cabang sempat mendorong Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang KH Anasom maju mendampingi Hendi.

Dia menganggap Anasom sebagai figur yang tepat untuk didukung, karena sesuai dengan perjuangan partai dan mewakili figur religius.

“Awalnya kami memang mendorong KH Anasom, tapi beliau belum siap menerima. Pada sisi lain, sosok Hendi kami anggap sudah merepresentasikan figur religius. Terlebih Hendi sudah resmi memikiki Kartu Tanda Aggota NU,” jelasnya.