DPD PDI Perjuangan Kalteng Kecam Pembakaran Bendera Partai

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,PALANGKARAYA-Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah, Arton S.Dohong menyatakan pihaknya sangat mengecam keras pelaku pembakaran bendera Partai bermoncong putih yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sebagai kader PDI Perjuangan, menghimbau kepada para pendemo atau kepada orang-orang yang tidak suka dengan PDI Perjuangan, agar sudahilah dan berhentilah dengan sikap – sikap yang arogan dan menuduh, tanpa melihat bangsa ini, sebagai mana keadaan kita sekarang ini,” kata Arton, Minggu (28/6).

Pihaknya menegaskan, bangsa ini sudah damai dan tidak perlu dengan kekacauan yang dapat merugikan sebagian pihak maupun banyak piha sehingga dapat berdampak pada perpecahan terhadap sesama anak bangsa.

“Jangan membuat kacau, karena kalau kami selalu diganggu, maka kami juga akan bisa melakukan hal yang sama dan bahkan mungkin lebih bisa dari pada itu.

Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada siapapun yang mencoba-coba mengusik PDI Perjuangan, kami juga bisa kehilangan kesabaran,” ungkapnya.

“Kami juga sebagai manusia biasa, sebab kami sebagai pengurus partai ini tidak pernah memikirkan kepentingan – kepentingan pribadi kami dan selalu berorientasi pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, kepada oknum pelaku pembakaran dan penghinaan terhadap partai itu, dirinya menegaskan kembali bahwa oknum – oknum tersebutpun menurutnya belum lebih baik dari partai itu.

“Mungkin saja pikiran mereka lebih jahat dari pikiran kami selaku kader partai ini, terlebih dari apa yang kami lakukan. Jadi kami minta kepada mereka agar tolong sadar – sesadar – sadarnya jangan membuat membuat negara ini menjadi tambah ricuh, sebab seharusnya sebagai warga bangsa, kita lebih fokus membangun bangsa ini,” jelasnya.

Dirinya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat hidup berdampingan dan saling mendorong kearah yang lebih baik, terlebih lagi dimasa – masa pandemi virus korona dimasa sekarang ini.

“Kami sebagai kader PDI Perjuangan, tentunya tidak akan tinggal diam dan kalaupun perintah ketua umum untuk tetap diam, pada suatu saat kami tida bisa menahan rasa diam itu.

Karena sudah mengusik darah daging kami, karena sudah menghina batin kami. Maka dari itu, mari sudahi saja tindakan dan perbuatan yang saling melecehkan,” pungkasnya. (Red)