DPRD DI Yogyakarta Minta Pemda Bantu Perantau Di Jabodetabek

Hukum Nusantara Politik

Kebijakan untuk pencegahan warga DIY yang bekerja di perantauan untuk tidak mudik harus diiringi juga dengan langkah koordinasi dengan skema bantuan bagi perantau. Wakil rakyat di DPRD DIY mengusulkan agar pemda memberi bantuan mereka yang di perantauan.

Ketua Komisi A, Eko Suwanto mengatakan upaya percepatan program pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 perlu sinergi antarlembaga di tingkat pusat maupun daerah dalam membantu masyarakat.

Keberhasilan pencegahan dampak Covid-19 bisa terwujud jika ada disiplin warga untuk tetap tinggal di rumah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, termasuk tidak bepergian atau mudik.

”Setelah melakukan seruan agar perantau tidak mudik dan berbagai kebijakan menghentikan arus mudik,

Pemerintah harus mengkoordinasikan pemda untuk membantu dan menjamin kebutuhan hidup para perantau khususnya menjelang Ramadhan hingga Lebaran dengan menyediakan bahan pangan yang cukup serta keringanan berbagai beban ekonomi lainnya,” pinta kata Eko Suwanto.

Menurutnya seruan kepada perantau agar tidak mudik, yang disampaikan Pemda seluruh DIY bisa berjalan baik saat diikuti dengan skema bantuan bagi para perantau.

Mereka di perantauan menghadapi berbagai masalah seperti ketersediaan bakan makanan, mungkin juga ada yang terbebani harus membayar kontrakan dan lainnya.

Beri Fasilitas

Pemerintah dan pemerintah daerah harus memberikan fasilitas bantuan pangan atau bantuan dalam bentuk lainnya untuk meringankan beban perantau di daerah lain yang selama ini ikut menggerakkan perekonomian. Fasilitasi bantuan setidaknya bisa dijalankan sampai Lebaran tahun 2020.

Eko berharap Pemda DIY dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemda khususnya DKI, Banten dan Jabar untuk membahas hal itu dan bergotong royong membantu para perantau.

Beberapa waktu lalu ia juga sudah berkomunikasi Kantor Bahubda di Jakarta agar melakukan komunikasi dan mendampingi paguyuban warga DIY di Jabodetabek dan melakukan pendataan warga perantau DIY.

Komisi A mendukung Kantor Bahubda intensif berkomunikasi dengan Ikatan Keluarga Gunung Kidul (IKG), Warga Sleman di Jakarta (Manunggal Sembada) dan Warkaban (Warga Kabupaten Bantul) serta Paguyuban Masyarakat Kulonprogo dan Kota Yogyakarta di Jakarta.

Informasi yang ada, lebih 200.000 warga DIY yang merantau di Jabodetabek.

”Bagi perantau yang sukses kami harapkan juga membantu yang lainnyan terutama yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi dan memerlukan bantuan,” tandas Eko.(Red)