Dukung Erick Tohir Soal Jiwasaraya,Hipmi Ingatkan Serangan Balik Koruptor

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA—Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung langkah-langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir dalam membersihkan PT Jiwasaraya dari korupsi.

Meski demikian, Hipmi mengingatkan agar Erick berhati-hati. Sebab para koruptor sedang melakukan serangan balik.


“Hipmi sebagai lembaga mendukung sepenuhnya langkah-langkah Menteri BUMN dalam melakukan aksi bersih-bersih di BUMN khususnya dalam mengusut dugaan tindakan koruptif di PT Jiwasaraya,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H.Maming di Jakarta dalam keterangannya hari ini.


Indonesia, lanjut Maming, membutuhkan ikon-ikon korporasi nasional yang sehat dan kompetitif, khsususnya BUMN.

Sebab, korporasi-korporasi ini strategis untuk menjaga citra industri terkait, iklim investasi, dan perekonomian nasional.

“Kita perlu menjaga citra industri terkait (perasuransian). Sebab itu, pengelolaan korporasi harus mengikuti kaidah-kaidah good corporate governance (GCG) dan best practice,”ucap Maming.


Meski demikian, Maming mengatakan aksi Erick dalam mengusut kasus Jiwasaraya sedang mendapat perlawanan dari aktor-aktor koruptor.

Hal itu terlihat dari narasi yang diciptakan akhir-akhir ini.

“Akhir-akhir ini kami lihat ada narasi yang diciptakan, untuk menyerang balik Erick. Padahal Erick baru jadi Menteri dan beliau yang mengangkat masalah ini. Yang mengangkat isu ini malah dituding sebagai peraih manfaat,” ujar Maming.


Sebab itu, Hipmi meminta Menteri BUMN agar waspada dan tidak terpengaruh dengan narasi-narasi serangan balik tersebut.

Hipmi mendukung sepenuhnya langkah Erick dalam mengusus kasus Jiwasaraya sampai penegak hokum menemukan aktor utama intelektual dibalik kasus ini.


Maming mengatakan, langkah Erick dalam membenahi BUMN sudah on the track.

“Kita butuh lebih banyak lagi BUMN-BUMN yang sehat sebagai agent of development dan juga menjadi mitra-mitra strategis pengusaha-pengusaha nasional dan daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja serta mendorong investasi lebih banyak. 

 “Kalau korporasinya sehat-sehat kan investor-investor baik di direct investment maupun indirect investment ini akan bergairah masuk ke dalam negeri. Makanya, langkah-langkah penyehatan ini penting sekali,” tukas Maming. (Red.Hipmi)