Fasilitas Umum dan Jalan Protokol Kota Solo Disemprot Disinfektan

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,SOLO-Anggota Kesatuan Brimob Detasemen C Pelopor menggunakan mobil water canon untuk menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah lokasi keramaian serta jalan protokol di Kota Solo, Jumat (27/3) sore.

Kendaraan taktis itu melintas di beberapa jalan raya dan menebarkan cairan disinfektan hingga radius puluhan meter dari titik semprot.

Cairan disinfektan keluar dari bagian depan mobil maupun dari kedua samping mobil. Mobil water canon menyemburkan cairan disinfektan di jalan raya maupun di sejumlah lokasi, seperti di terminal dan lainnya, dikawal mobil Satlantas Polresta Surakarta serta mobil lain dengan pengeras suara untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus korona.

Beberapa anggota Sat Brimob menggunakan pelindung tubuh, menyemprotkan cairan disinfektan ke tempat umum, seperti Terminal Tirtonadi dan Keraton Surakarta. Mobil water canon dibagi dalam tiga rute.

Rute pertama Mako Batalion C Pelopor mengarah ke Terminal Tirtonadi, Stasiun Balapan, menuju Simpang Lima Banjarsari, sedangkan rute kedua dimulai dari Mako II Polresta Surakarta menyisir Jalan Slamet Riyadi, Jenderal Sudirman, lalu ke Keraton Surakarta. Rute ketiga, rombongan mengarah ke Simpang Empat Pandawa, Grogol, Sukoharjo.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai mengemukakan, penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah titik merupakan peran kepolisian dalam mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

Kesatuan Brimob yang memiliki kendaraan water canon dapat dimanfaatkan untuk menyemprot cairan disinfektan berskala besar. Lantaran Pemkot Surakarta memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) di Kota Solo, jajaran Polresta terus mengoptimalisasi upaya pencegahan virus tersebut, seperti melakukan razia di tempat kerumunan dan razia peralatan medis.

Menurutnya, jajaran kepolisian fokus pada upaya pencegahan berdasarkan hasil rapat yang sudah berlangsung. ”Sementara Pemkot terus memantau kondisi kesehatan warga yang dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP),” tandasnya.

Pada sisi lain, dalam pencegahan penyebaran virus korona, lanjutnya, ada langkah lain yang ditempuh, yakni Bhabinkamtibmas diwajibkan mensosialisasikan kepada masyarakat agar tetap tinggal di rumah, melaksanakan pola hidup sehat, dan memberi pemahaman mengenai menjaga jarak fisik, serta melarang adanya perkumpulan orang dalam jumlah banyak.