Harapan Karyono Wibowo Terhadap KAMI

Nusantara Politik

KORANBOGOR.com, JAKARTA, –Setiap warga negara memiliki hak yang sama, dalam menyampaikan tuntutan teruntuk pemerintah. Demikian juga dengan tuntutan sejumlah tokoh politik yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dipelopori Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin dan akan dideklarasikan di Tugu Proklamasi Jakarta, besok Selasa 18 Agustus 2020.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, seperti di cukil dari Sindonews, ini hari.

“Karena itu tuntutan yang akan disampaikan KAMI tak perlu disikapi terlalu berlebihan,” ujar Karyono

Pemerintah, lanjutnya, juga tak perlu bersikap sensitif. Tuntutan bahkan kritik sekalipun dalam negara demokrasi bukan hal yang mustahil. Hal itu harus dianggap sebagai bentuk aspirasi yang disampaikan KAMI sebagai masukan guna melakukan evaluasi terhadap kinerja anggota kabinet pemerintahan supaya kebijakan pemerintah ‘on the right track’ dan dapat sejalan dengan aspirasi rakyat.

Pemerintah, yang demokratis kata dia diantaranya mensyaratkan check and balances.

Kendati begitu, kata Karyono, sebaiknya tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah realistis dan terukur. Jika kemudian mengkritik, sejatinya kritiknya konstruktif, dengan data-data yang akurat sebagai solusi penyelesaian masalah. Ini lebih baik ketimbang hanya cuma menyalahkan semata dan mencari kesalahan.

“Banyak yang berharap, tuntutan yang akan disampaikan tokoh-tokoh KAMI sejalan dengan aspirasi rakyat dan sesuai dengan tujuan awal, yakni gerakan moral (moral force) untuk kemajuan bangsa tanpa dilandasi oleh kepentingan sempit, apalagi sekadar sinisme,” urainya.

Masih menurut Karyono, hal itu terpenting bahwa gerakan KAMI benar-benar dilandasi semangat yang tulus dan murni untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini. Disisi lain, kemurnian tujuan dan kualitas kritik atau tuntutan yang diusung dapat menentukan penilaian, persepsi, respon dan tanggapan masyarakat atas keberadaan KAMI itu sendiri.

” Hal ini akan menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap KAMI. Justru menurut saya, hal ini menjadi tolok ukur menentukan kredibilitas KAMI. Kredibilitas KAMI bukan hanya diukur dari seberapa banyak dan sehebat apa tokoh-tokoh yang tergabung,” ulas dia.***