Haris Lambey Tawarkan Budidaya Ikan Laut Sebagai Solusi Kesejahteraan Hinterland Batam

Bogor Now Hukum Politik

KORANBOGOR.com,BATAM-Kota Batam, kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, mencakup Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau Galang dan ratusan pulau-pulau kecil di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka.

Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam per 2019, jumlah penduduk Batam mencapai 1.376.009 jiwa. Batam juga merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.

Dalam tempo 40 tahun sejak awal dibangun pada era 1970-an, penduduk Batam telah bertumbuh 158 kali lipat.

Pertumbuhan Batam memang pesat, namun kebanyakan pembangunan masih terpusat di pulau-pulau besar di kota ini. Perlu diingat bahwa terdapat ratusan pulau di kawasan terluar (hinterland) Batam.

Di salah satu kecamatan yaitu Kecamatan Belakang Padang saja, ada 108 pulau kecil dengan 55 pulau kecil berpenghuni. Itu artinya, dalam upaya mensejahterakan Kota Batam, pemerintah daerah juga harus memperhitungkan kesejahteraan pulau-pulau tersebut.

Bakal Calon Wali Kota (Cawako) Batam 2020-2025 Haris Lambey dalam visi misinya bertujuan untuk mensejahterakan hinterland Batam dengan budidaya ikan laut. Budidaya ikan laut memang memiliki potensi keuntungan yang cukup tinggi.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, potensi indikatif budidaya ikan laut dapat mencapai 12,1 juta hektar secara nasional, dengan potensi nilai ekonomi diprediksi hingga 150 milyar USD per tahun.

“Kita memang harus perhatikan hinterland Batam ya, tidak hanya pulau-pulau besar di kota ini. Jangan dianggap bahwa Batam hanya Barelang saja, padahal kita punya ratusan pulau dalam administrasi Kota Batam.

Dengan budidaya ikan laut, harapannya kita bisa membawa kesejahteraan pada masyarakat pesisir,” ujar Anggota aktif Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Kepri yang sebelumnya pernah berdinas di Ditpolairud Polda Kepri selama 7 tahun ini saat dihubungi (18/8/2020).

Visi Haris ini sejalan dengan langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang telah menunjuk Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam sebagai broodstock center kakap putih.

Namun menurut mantan pelaut tersebut, potensi pulau-pulau kecil Batam bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis ikan laut lainnya.

“Kita bisa kembangkan penangkaran di 55 pulau berpenghuni yang mayoritas penduduknya adalah nelayan. Tidak terbatas pada kakap putih, kita juga bisa diversifikasi jenis ikan laut.

Tentunya dengan kekayaan maritim Indonesia dan support dari pemerintah daerah untuk menambah wawasan nelayan, kita bisa menaikkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD).

Nelayan pun punya pilihan selain menjadi nelayan tangkap, bisa juga menjadi nelayan budidaya,” tambah pria berdarah Bugis tersebut.

Batam memang termasuk dalam kepulauan dengan salah satu komoditas ekspor unggulan untuk budidaya ikan kakap putih di Indonesia.

Lokasi geografisnya yang strategis dan dekat dengan negara-negara tetangga pun membuat export cost bisa ditekan.

Dengan manajemen yang tepat, hal tersebut tentunya dapat dimanfaatkan sebagai penunjang perekonomian di kota Bandar Madani ini.

(Red/Ika)