Investasi Bodong MeMiles ,Artis Eka Deli Kembalikan Mobil Fortuner Saat Hadiri Panggilan Polda Jatim

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,SURABAYA-Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan memberi perhatian terhadap penanganan kasus investasi bodong Memiles.

Terbukti, Eka Deli Mardyana, salah satu artis yang hari Senin (13/1/2020) datang untuk memenuhi penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim mendapat pengawalan Kapolda Jatim.

Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan Eka Deli semalam telah menyerahkan mobil Fortuner warna putih kepada penyidik.
Mobil tersebut merupakan reward dari PT Kam N Kam atas kinerja Eka Deli sebagai kordinator artis untuk ikut di Memiles.

Sedangkan untuk status Eka Deli, lanjut jendral bintang dua ini, tidak menutup kemungkinan dia terlibat apakah dia sebagai endor/member/atau korban.

” Kami menunggu pemeriksaan secara menyeluruh,”katanya.

Untuk mobil yang jumlahnya 120 unit itu, dan disana ada pejabat kalapas dan viral di medsos, jendral bintang dua ini, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan gelar perkara dulu agar semuanya jelas.

Disini kita terus melakukan penyidikan dan menyita aset. Hal ini agar tak ada korban lagi, lebih baik mencegah korban daripada jatuh korban.

Sebelumnya, kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ini disebut telah memiliki 264 ribu nasabah atau member.

Selain itu, dalam praktiknya,MeMiles juga memberikan iming-iming hadiah fantastis dan tak masuk akal pada nasabah.

Misalnya saja hanya investasi ratusan ribu,nasabah sudah bisa membawa pulang sejumlah barang elektronik seperti TV, Kulkas, hingga AC.

Dalam 8 bulan beredar,MeMiles telah mengantongi omzet Rp 750 miliar. Polisi pun menyita uang total Rp 122 Miliar yang tersisa di rekening utama.

Perlu diketahui, Eka Deli Mardiana, publik figur yang terlibat dalam investasi ilegal melalui akun MeMiles ini mendatangi Polda Jatim, Senin (13/1/2020).

Pelantun lagu Suara Hatiku ini datang ke Polda Jatim dengan mengenakan baju warna putih, dia langsung menuju gedung Kriminal Khusus. Tak banyak yang dia katakan, dia hanya menyatakan bahwa kedatangannya adalah untuk diperiksa sebagai saksi.

”Saya dipanggil sebagai saksi, nanti saja ya setelah pemeriksaan,” ujar Eka, Senin (13/1/2020).(Red)

KOMENTAR