Jenis pendidikan karakter di sekolah

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan karakter adalah salah satu pendidikan yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Pendidikan ini dapat ditanamkan kepada anak di usia 5- 12 tahun yang merupakan golden age atau dapat dikatakan usia emas untuk menentukan seperti apa karakter anak nanti.

Beberapa peran yang terlibat dalam pendidikan karakter yaitu orangtua, guru, dan sekolah. Karakter anak dapat dibentuk melalui berbagai cara, bisa dengan membuat suatu kebiasaan sehari-hari dirumah ataupun disekolah. 

Pendidikan karakter dirumah tentu sangatlah sulit bila dibandingkan dengan membuat pendidikan karakter disekolah. Karena anak akan selalu meniru kebiasaan orang terdekat mereka dari berbagai aspek.

Jika di sekolah, anak akan mengikuti peraturan-peraturan yang tersistematis secara benar. Pada dasarnya, pendidikan karakter  di sekolah ini akan membangun beberapa jenis karakter universal yang akan dibentuk pada proses pendidikannya. Beberapa karakter yang dibentuk tersebut antara lain:

Pertama, pendidikan karakter dengan basis agama adalah pembentukan karakter siswa dengan latar belakang agama. Guru haruslah menanamkan nilai-nilai agama karena agama adalah pedoman hidup manusia untuk dapat membantu siswa dalam menentukan kewajiban yang harus dijalankan sebagai manusia. Agama dapat menjadi tolak ukur siswa untuk menentukan apakah siswa tersebut merupakan siswa yang peka terhadap keadaan sekitar atau tidak. 

Kedua, pendidikan karakter berdasarkan nilai budaya adalah pembentukan karakter yang berbasis nilai budaya. Nilai budaya yang didapat biasanya lahir secara turun menurun.

Pendidikan nilai budaya ini harus ditanamkan sejak dini karena sebagai negara Indonesia yang mempunyai budaya yang beranekaragam, seharusnya setiap siswa dapat mengetahui identitas budayanya sendiri agar kelak siswa dapat dengan bangga memperkenalkan budaya dari daerah sendiri jika siswa tersebut tidak sedang berada didaerah tempat biasa ia tinggal.

Nilai budaya sangat penting karena pendidikan karakter tanpa nilai budaya akan memberikan dampak yang kurang baik, biasanya anak yang kurang diberikan pendidikan kareakter dengan basis nilai budaya ini akan kesulitan untuk berakulturasi dengan daerah lainnya sehingga pendidikan nilai budaya ini harus sekali ditanamkan sejak usia dini di sekolah.

Ketiga, pendidikan karakter berbasis lingkungan adalah pendidikan karakter yang dapat menentukan baik buruknya seseorang.

Untuk mencipkatan murid yang unggul dan baik, guru perlu memikirkan lingkungan yang ada disekitar sekolah. Jangan sampai peran guru di sekolah tidak memperhatikan kondisi lingkungan tempat siswa belajar.

Karena anak akan lebih banyak meniru dengan apa yang mereka lihat pada lingkunganya. Penting bagi guru untuk mengadakan berbagai macam pelajaran seperti seni budaya, agama, dan olahraga.

Mata pelajaran ini diadakan untuk menumbuhkan karakter open mind kepada siswa sehingga wawasannya tidak hanya tentang mata pelajaran eksakta saja, tetapi dapat menemukan minat dan bakat selain di mata pelajaran eksakta.

Keempat, pendidikan karakter untuk mengembangkan potensi diri adalah pendidikan karakter dengan memperhatikan apa yang siswa butuhkan untuk berkembang.

Untuk mengetahuinya, guru hanya perlu menanyakan kepada siswa, melihat nilai yang paling tinggi, ataupun memperhatikan kebiasaan yang paling sering dilakukan siswa tersebut.

Sebaiknya, sebulan sekali siswa perlu dibimbing dengan wali kelasnya agar dapat memberitahukan kepada orangtua agar dapat diberikan perngarahan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Memaksa siswa untuk menyukai justru akan memberikan dampak yang kurang baik untuk kondisi mentalnya. Takutnya, siswa akan merasa terbebani.

Jenis-jenis karakter inilah yang akan membuat siswa menjadi bibit unggul yang siap untuk membuat bangsa menjadi lebih maju.Penerapan pendidikan karakter ini haruslah berhati-hati karena jika murid tidak nyaman, murid tersebut akan sulit untuk mengembangkan potensi yang sebenarnya ada pada dirinya tersebut.

Pembentukan karakter pun tak hanya dilihat dari jenis-jenis karakter universal saja, guru disekolah pun harus membimbing dengan baik dan menyediakan fasilitas kepada siswa agar siswa dapat terlihat potensi dirinya.

(Red/ Ranti Oktaviani Mahasiswa UST PGSD YOGYAKARTA  )