Kuatkan Pendidikan Karakter Siswa di Tengah Pandemi,Disdik Jabar Gelar “Milenial Smartren Ramadan Virtual”

Nusantara Pendidikan Politik sekolah

KORANBOGOR.com,BANDUNG-Memperhatikan perkembangan kondisi terkini terkait penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali memperpanjang pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) di rumah hingga 11 Mei 2020.

Untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur Ramadan dan menguatkan pendidikan karakter dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Disdik Jabar menggelar kegiatan Penumbuhan Budi Pekerti di Bulan Ramadan 1441 H / 2020 M “Milenial Smartren Ramadan Virtual” bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat.

Menurut Kadisdik Jabar, Dewi Sartika, kegiatan Milenial Smartren Ramadan Virtual ini adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan pada bulan Ramadan secara daring dalam rangka meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia di kalangan siswa.

“Tujuan kegiatan ini guna menambah dan memperluas wawasan keislaman siswa, meningkatkan amaliah di bulan Ramadan serta menerapkan pengamalan mereka dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Kadisdik, Jumat (24/4/2020).

Untuk model, jenis kegiatan, dan bentuk laporan, tambah Kadisdik, siswa dapat mengikuti kegiatan Smartren Ramadan Virtual di rumah secara daring dengan menyimak, diskusi, dan kuis.

“Siswa bisa mengikuti pembelajaran secara daring mengenai ilmu akidah-akhlak, Al-Qur’an-hadis, fikih, dan Islam rahmatan lil alamiin. Namun, materi tetap dihubungkan dengan Covid-19,” jelas Kadisdik.

Menurut Kadisdik, kegiatan Smartren ini juga menjadi pembiasaan ibadah salat wajib dan sunah, tadarus Al-Qur’an, zikir dan berdoa, zakat, infak serta sedekah bagi siswa.

“Juga sebagai penguatan akhlakul karimah siswa untuk berempati terhadap korban terimbas Covid-19, semangat bergotong-royong, meningkatkan toleransi, dan cinta tanah air,” sambungnya.

Dengan digelarnya kegiatan Smartren Ramadan ini, Kadisdik berharap, siswa memiliki perilaku 3T, yakni taklim (pembelajar), tadrib (pembiasaan), dan takzim (santun).

“Bagi siswa beragama lain, wajib mendapatkan pembinaan dari guru atau tokoh agama melalui media daring. Namun, tetap menekankan pembinaan budi pekerti, wawasan kebangsaan dikaitkan dengan upaya pencegahan bahaya Covid-19 serta pembiasaan ibadah di rumah,” pungkasnya.(Red/website Disdik Jabar)