LSI : Mayoritas Responden Merasa Bahwa Vaksin Sulit Diakses Oleh Rakyat Biasa

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan adanya masalah terhadap akses vaksinCovid-19,yakni mayoritas responden merasa bahwa vaksin sulit diakses oleh rakyat biasa dan hanya orang kota dan kaya saja yang mampu mengakses. Meskipun, mayoritas responden yakin bahwa program vaksin ini tepat sasaran.

“Pertama, mayoritas (68,6%) masyarakat meyakini program vaksin tepat sasaran, ini satu modal yang baik buat pemerintah. Meskipun ada lebih dari 20% (21,9%) yang menyatakan tidak tepat,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam rilis survei nasional yang bertajuk “Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah” secara daring, Minggu (18/7/2021).

Djayadi menjelaskan, dalam persepsi masyarakat tentang pemerataan vaksin, masih banyak masyarakat yang merasa bahwa vaksin itu sulit diperoleh oleh kebanyakan rakyat biasa yakni 48,2%, tidak setuju 47,8%.

Kemudian, ada 42% yang menyatakan bahwa hanya orang kota yang mudah atau bisa mendapatkan vaksin, tidak setuju 54%; dan 39% yang merasa vaksin hanya bisa diakses orang kaya, 56,7% tidak setuju.

“Tetapi yang cukup baik adalah sebagian masyarakat tidak percaya bahwa ada banyak vasin itu palsu (54,4%, 27,2% percaya dan sisanya tidak jawab),” ujarnya.

“Tetapi dari segi akses masih diyakini banyak masyarakat bahwa vaksin tidak bisa diakses oleh semua masyarakat. Ini penting untuk dijadikan perhatian,” tegas Djayadi.

Kemudian, sambung Djayadi, pada umumnya masyarakat setuju dengan prioritas vaksin yang dilaksanakan pemerintah sekarang, yang mana memprioritaskan pada tenaga kesehatan (nakes), lansia dan seterusnya. Mayoritas masyarakat juga setuju dengan program vaksin gotong royong yang dibayarkan oleh perusahaan.

“87,4% setuju dengan Vaksin Gotong Royong yang dibayar oleh perusahaan tempat penerima vaksin bekerja,” paparnya.

Diketahui, survei ini dilakukan dengan telepon pada 20-25 Juni dengan basis respondennya yang terpilih secara acak berdasarkan survei LSI selama 3 tahun terakhir. Ada 7.477 yang berhasil telepon, ada 1.200 responden yang berhasil diwawancarai. Secara umum sampel ini menggambarkan karakteristik secara nasional.

Survei ini memiliki margin of error (MoE) sekitar ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.