Meletakan dasar-dasar karakter pada anak usia Sekolah Dasar 

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,TOGYAKARTA-Nilai-nilai karakter anak-anak milenial di zaman yang serba canggih ini nampaknya sudah mulai luntur tergores oleh perkembangan teknologi yang ada.

Semakin majunya perkembangan teknologi saat ini tak ayal membuat anak-anak masuk ke dalam dunia yang membuat mereka melupakan nilai moral yang telah ada sejak dulu kala.

Semakin hari, kiranya anak-anak semakin terjebak dalam dunia kecanggihan yang tak jarang justru membawa dampak negatif bagi perkembangan anak itu sendiri, termasuk di dalamnya adalah perkembangan moral dan karakter anak. 

Anak-anak seperti yang kita tahu, mudah sekali dalam menirukan hal-hal terkait apa yang dilihatnya sehari-hari, termasuk lewat smarthphone canggihnya.

Banyak sekali dunia luar yang mereka jelajahi yang mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, dimana itu tentunya akan berpengaruh terhadap sikap, perilaku dan tindakannya.

Apa yang terjadi dan dilihat di sekelilingnya lewat sebuah smarthphone sangat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan dari anak itu sendiri, termasuk didalamnya adalah nilai karakter serta pribadi yang terbentuk. Dengan hal-hal yang sedang viral, anak justru akan melihat hal itu sebagai hal yang patut untuk ditiru.

Hal-hal yang semacam itu tidak dapat dipungkiri juga akan sampai pada masyarakat disekeliling anak. 

Jika hal-hal yang dilihatnya positif maka hal tersebut juga berdampak pada karakter yang tumbuh dalam diri anak, yaitu karakter yang bersifat positif.

Namun sebaliknya, jika apa yang dilihatnya ditumbuhi oleh suasana dengan lebih banyak nilai-nilai negatif, maka secara tidak langsung hal tersebut juga akan memengaruhi perkembangan dari seorang anak.

Maka disinilah peran sekolah untuk membentuk suatu nilai karakter yang positif, yang nantinya akan turut tumbuh dan berkembang dalam jiwa anak seiring dengan perkembangan anak tersebut. 

Disini, peran guru sangatlah diperlukan untuk membantu mentransfer nilai-nilai positif dalam diri anak. Guru menanamkan nila-nilai karakter sejak dini, sejak usia Sekolah dasar dengan harapan bahwa nantinya anak-anak akan memiliki nilai-nilai karakter yang positif, juga perilaku dan sikap yang baik. 

Guru dapat memasukkan nilai karakter tersebut dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, seperti misalnya saja ketika anak-anak akan memasuki ruangan kelas, anak-anak dapat diminta untuk berbaris dan mengucapkan salam dan selamat pagi kepada guru dan teman-teman sebayanya. Hal tersebut lambat laun akan membentuk pribadi disiplin dan tertib dalam diri anak, serta sikap sopan dan ramah kepada guru dan teman-temannya, bahkan orang lain sekalipun. 

Selain itu, upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa ketika proses pembelajaran berlangsung dapat dilakukan misalnya dengan membuat kelompok-kelompok kecil dalam kelas yang terdiri dari berbagai siswa dengan latar belakang berbeda. Dengan begitu, maka siswa akan merasakan bahwa adanya perbedaan diantara mereka yang lantas tidak membuat mereka bersikap diskriminan terhadap teman sebayanya. Hal seperti ini dapat membentuk pribadi siswa yang mempunyai sikap saling menghargai dan menghormati terhadap sesamanya, dapat bekerja sama, serta saling tolong menolong dalam satu team. 

Upaya guru dalam hal lain, misalnya dengan membagi regu piket dikelas. Anak-anak akan berlatih bagaimana dirinya dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam menjaga kebersihan dikelas. Dengan begitu, diharapkan akan terbentuk sikap tanggungjawab, kerjasama, dan tolong-menolong sejak dini.

Dengan meletakkan dasar-dasar karakter ini diharapkan anak-anak dapat memiliki nilai karakter yang baik, yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia sendiri. Sehingga anak-anak yang semakin berkembangpun tidak mudah goyah akan perubahan nilai karakter yang ada di masyarakat milenial saat ini.

(Red/Rina Nurdianti,NIM : 2018015145,Status : Mahasiswa PGSD di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )