Memahami Proses CALISTUNG Pada Anak

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR./com,YOGYAKARTA-Membaca menulis berhitung atau disingkat dengan calistung ini adalah sebuah metode pembelajaran dasar pada anak dengan tujuan agar anak dapat mengenal huruf dan angka.

Biasanya calistung diajarkan pada anak saat usia emas atau pada usia 5-6 tahun. pelajaran yang didapat oleh anak pada usia ini akan berpengaruh pada kehidupannya ketika dewasa kelak.

Kemampuan anak dalam memahami apa yang  dibaca tergantung pada pengetahuan sebelumnya yang ia miliki. Biasanya orangtua cenderung mengistimewakan anaknya serta berusaha memberikan pendidikan dasar yang terbaik untuk anaknya pada usia golden age tersebut.

Karena memiliki anak yang cerdas dan pintar adalah dambaan setiap orangtua.

Saat ini banyak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah mengajarkan calistung pada siswanya dengan alasan usia golden age tersebut. Bahkan akhir-akhir ini banyak kontroversi tentang adanya tes calistung untuk masuk ke Sekolah Dasar.

Namun tidak dipungkiri banyak pro dan kontra dalam hal ini karena menurut sebagian orangtua bahkan psikolog mengungkapkan bahwa proses calistung yang di ajarkan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih sangat berat diterima oleh otak dan dapat merusak mental anak.

Begitupun sama halnya pada Taman Kanak-Kanak (TK), disana guru mengajarkan calistung pada anak secara formal bahkan memberi pekerjaan rumah (PR) pada anak.

Proses belajar calistung pada Taman Kanak-Kanak memang tidak salah, tetapi alangkah baiknya proses tersebut dilakukan sambil bermain dan mengajarkan dasar-dasar tentang calistung saja.

Karena di jenjang PAUD dan TK sebaiknya guru serta orangtua lebih mendukung anaknya untuk mengeksplor dirinya sendiri dan membiarkannya bermain dengan teman sebayanya. 

Saat anak usia Sekolah Dasar (SD) adalah saat yang tepat untuk mengembangkan lebih luas pembelajaran calistung yang telah didapatkannya di jenjang pendidikan sebelumnya.

Membaca, menulis, dan berhitung merupakan salah satu aktivitas yang paling penting dalam pembelajaran dasar seorang anak sehingga dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca, yaitu memahami.

Dengan membaca anak akan mudah menyerap informasi, dengan menulis akan melatih kemampuan motorik halus di sekitar tangan/jari, dengan menghitung akan meningkatkan kemampuan otak dalam mengolah informasi. 

Upaya untuk meningkatkan minat baca pada anak diperlukan adanya kesediaan orang tua untuk menyediakan buku-buku yang bermutu untuk dibaca di rumah.

Keadaan ini merupakan salah satu wujud kerja sama sekolah dengan orang tua mengenai pengenalan kemampuan calistung pada anak.

Sekolah dapat mengembangkan proses calistung anak dengan mengenalkan berbagai metode dan media pembelajaran, orang tua juga memiliki upaya mengenalkan kemampuan calistung pada anaknya dengan berbagai cara seperti penyediaan buku-buku materi, kesediaan membacakannya, memberi contoh dalam kegiatan sehari-hari dan beberapa upaya lainnya.

(Red/Styaning Dyah DwiastutiNIM : 201815010 : Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )