Menkumham : John Kei Bebas Murni Tahun 2025

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly sudah mendapat laporan mengenai penangkapan John Kei. Ia pun membenarkan bahwa John Kei masih berstatus Pembebasan Bersyarat terkait kasus lamanya.

“Kita sesalkan kejadian ini,” kata Yasonna usai rapat bersama Komisi III DPR.

Menurut politikus PDIP itu, John Kei baru akan bebas murni pada tahun 2025. Ia bisa bebas lebih awal karena mendapat Pembebasan Bersyarat. Terkait kasus pengrusakan dan penganiayaan yang membuat John Kei kembali ditangkap,

Kemenkumham masih menunggu proses dari kepolisian. Pembebasan Bersyarat John Kei terancam dicabut dan ia bisa kembali mendekam di penjara menyelesaikan pidana kasus yang lamanya.

“Kita kan anut azas praduga tak bersalah. Kalau polisi nyatakan tersangka, maka dia sudah melanggar ketentuan PB, Jadi dia nanti di samping menjalankan hukuman lama, ditambah dengan tindak pidana baru,” ujar Yasonna.

Sebelumnya, berawal dari adanya penembakan terjadi di Green Lake City, Tangerang pada Minggu (21/6) siang. Tak lama kemudian, pembacokan terjadi di Jalan Kresek Cengkareng, Jakarta Barat.

Korban pembacokan ialah Yustus Corwing Rahakbau (49). Ia pun sempat dilindas mobil oleh pelaku.

Kelompok yang diduga melakukan penganiayaan itu lalu diburu polisi. Polisi kemudian menangkap John Kei dan 29 orang lainnya di Bekasi.

Berdasarkan gelar perkara, polisi menetapkan John Kei dan 29 orang itu sebagai tersangka.

Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 88 KUHP tentang pemufakatan jahat, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, dan UU Darurat Tahun 2012 Nomor 51. (Red)