Menteri Agama Ungkap Pintu Masuk Radikalisme Di Sekolah

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menteri Agama Fachrul Razi mengungkap ada tiga pintu masuk paham radikal melalui dunia pendidikan. Pintu masuk radikalisme di dunia pendidikan mulai dari kurikulum, soal ujian, hingga peran guru.

Pertama, menurut dia, radikalisme itu melalui kurikulum pendidikan dan soal ujian sekolah. Ia mengungkapkan, teranyar ditemukan soal ujian yang berisi tentang akhlak Rasulullah yang tidak pantas dicontoh. Menurutnya itu sama sekali tak pantas.

“Kami di Kemenag sudah berupaya melakukan seleksi ketat dan hati-hati dalam seleksi,” kata Fachrul Razi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/12/2019).

Kemudian, pintu masuk kedua adalah program ekstrakulikuler di sekolah. Untuk itu, ia menyarankan agar pembina ekstrakurikuler tidak berjalan begitu saja, melainkan harus melalui rekomendasi guru.

Dengan adanya pintu-pintu masuk paham radikal, Fachrul Razi meminta segenap guru Pendidikan Agama Islam dan lembaga pendidikan untuk mewaspadai masuknya paham radikal melalui dunia pendidikan.

“Pintu ketiga, yaitu melalui peran guru. Kepada segenap guru PAI dan pengajar lainnya diminta untuk senantiasa mengusung pelajaran Islam dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan Lil alamin,” terangnya.

Sebelumnya,Kementerian Agama (Kemenag) merilis Buku Teks Pendidikan Agama Islam (PAI) yang akan digunakan di sekolah tahun 2020.

Peggunaan buku ini diharapkan dapat dibarengi dengan peningkatan peran guru PAI yang sangat penting dalam membangun karakter tangguh, bahkan mampu mengendalikan paham keagamaan agar tidak intoleran.

“Guru PAI juga berperan mengendalikan paham keagamaan yang intoleran melalui pendidikan agama Islam yang mencerdaskan,” kata Menag, Senin (16/12/). (Red)