Mundur Dari KPU,Wahyu Setiawan Jadi Tersangka Dugaan Suap PAW Anggota DPR

Hukum Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan segera mengundurkan diri dari jabatannya setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR yang juga melibatkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku.

Pernyataan ini disampaikan Wahyu melalui surat terbuka yang diserahkan kepada awak media saat akan ditahan KPK, Jumat (9/1/2020) dinihari.

“Dengan saya telah ditetapkan sebagai tersangka, maka dalam waktu segera saya akan mengundurkan diri sebagai anggota KPU,” tulis Wahyu dalam surat tersebut.

Dalam kasus ini, Wahyu bersama mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, diduga menerima suap dari Harun dan Saeful yang disebut sebagai seorang swasta. Suap dengan total sekitar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

Wahyu yang telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan tangan terborgol menyatakan kasus yang menjeratnya ini murni persoalan pribadinya. Wahyu berjanji akan koperatif menjalani proses hukum ini.

“Kejadian ini murni masalah pribadi saya dan saya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Wahyu meminta maaf kepada ketua, anggota, dan sekretaris jenderal KPU atas tindakannya menerima suap. Wahyu juga meminta maaf kepada jajaran KPU di seluruh Indonesia.

“Mohon doa semoga saya diberi kesehatan dan kesabaran,” katanya.

Setelah menyerahkan surat terbuka dan menjawab pertanyaan awak media, Wahyu kemudian masuk ke mobil tahanan KPK yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK, Jakarta. Tim penyidik memutuskan menahan Wahyu di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sementara, Agustiani Tio yang juga menyandang status tersangka penerima suap ditahan di rumah tahanan di belakang Gedung Merah Putih KPK. Agustiani juga dikenal sebagai kader PDI-P, karena sempat dua kali menjadi caleg partai tersebut pada pemilu legislatif 2014 dan 2019.

Saeful, yang menjadi tersangka pemberi suap, ditahan di Rutan Gedung KPK lama. Ketiga tersangka bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya selama 20 hari ke depan.

“Penahanan untuk 20 hari pertama,” kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Selain ketiga tersangka yang ditahan hari ini, KPK juga menetapka caleg PDIP, Harun Masiku sebagai tersangka pemberi suap. Namun, Harun tak turut diamankan KPK dalam OTT kemarin. Lembaga antikorupsi tersebut mengultimatum Harun untuk segera menyerahkan diri.