PBNU : Pemerintah Harus Tindaklanjuti Soal Temuan Desa Fiktif

Hukum Politik

KORANBOGOR.com.JAKARTA-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama Said Aqil Siradj meminta pemerintah khususnya Kementerian Desa, Pembangunan Daeeah Tertinggal, dan Transmigrasi menindaklanjuti temuan desa fiktif. Aqil menyebut hal ini sebagai ujian bagi Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar.

Hal itu disampaikan Aqil usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kompleks Pemda Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (7/11) malam. “Kasus desa fiktif perlu ditindaklanjuti,” katanya, singkat.

Said Aqil mengakui kasus desa fiktif ini merugikan negara dalam alokasi dana desa dan  menjadi ujian bagi Mendes PDTT Abdul Halim dari PKB dan berlatar NU.

Kepada seluruh menteri, terutama dari PKB, Aqil menyatakan sudah memberi pesan khusus sebelum mereka dilantik menjadi menteri.

“Setiap menteri yang sudah jelas terpilih pasti ketemu saya dan saya berikan pengarahan sedikit, meskipun saya tahu mereka sudah dewasa,” katanya.

Menurutnya, para menteri mendapat pesan supaya menjalankan tugas mulia ini dengan berhati-hati karena amanah ini banyak godaan yang menggiurkan.

Aqil juga menyatakan sebenarnya pesan yang sama pernah diberikan ke menteri di kabinet sebelumnya, termasuk ke Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi yang kini ditahan KPK.

“Saya juga sempat berpesan kepada Muhammad Nasir yang menjadi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” ujarnya.

Aqil juga menyebut memberi pesan pada tiga kader NU yang sekarang menduduki kursi menteri.

Di kabinet Indonesia Maju, selain Abdul Halim, dua kader NU yang menduduki kursi menteri adalah Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Disinggung mengenai larangan cadar di instansi pemerintan yang dilontarkan Menteri Agama, Aqil menilai hal itu tidak perlu dibesar-besarkan karena banyak masalah penting yang perlu diatasi.

“Bolehlah itu kita bicarakan, tapi ada yang lebih besar, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan agama dari pendidikan terendah sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membela Islam dan memajukan peradaban serta ilmu pengetahuan (Red)