Pendidikan Membawa Perubahan di Era Milenial Sekarang Ini

Kampus Kita Pendidikan Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan dan perubahan saling berkaitan dan tak terpisahkan. Pendidikan adalah alat pengubah dunia.Dengan adanya pendidikan maka kehidupan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Pendidikan menghasilkan manusia-manusia yang cerdas dan dari situlah akan tercipta teknologi yang canggih.Perubahan yang terjadi belakangan ini telah membawa kabar gembira namun juga ada kecemasan.

Perkembangan teknologi yang canggih membuat manusia kagum dan kecanduan. Manusia zaman milenial pun semakin lama makin banyak yang bermunculan dari berbagai kalangan mulai dari anak SD hingga orang dewasa. 

Perubahan yang terjadi tidak hanya mengubah sesuatu menjadi teknologi yang canggih maupun gaya hidup manusia yang tradisional menjadi milenial. Sekarang semuanya serba praktis, mudah, dan cepat karena adanya perubahan tersebut.

Perubahan yang membuat sesuatu pada era zaman dulu terasa bermakna kini sudah tidak bermakna lagi. Ini yang sangat dicemaskan.Generasi penerus bangsa bisa lupa akan warisan budaya dari para leluhur. Yang harusnya dilestarikan dan dijaga secara perlahan akan luntur dengan sendirinya. 

Cepatnya perubahan yang terjadi saat ini memaksa Guru dan Siswa menempuh cara-cara belajar yang baru.Perubahan membuat masyarakat mempertanyakan hakikat pendidikan itu sendiri.

Kini ilmu pengetahuan sudah bisa didapat dengan mudah dari berbagai sumber seperti internet dan buku digital yang bisa di download kapan saja asal kita punya paket data atau melalui Wi-Fi.

Namun dengan mudahnya ilmu pengetahuan yang mudah didapat dari berbagai sumber. Membuat sebagian pelajar malas belajar karena terlalu memudahkan mereka. 

Sekolah dan Perguruan Tinggi harus melakukan perubahan yang mendasar agar bisa mengatasi kecemasan tersebut.Namun pendidikan melakukan perubahan tidak hanya mengikuti perubahan zaman saja, justru harus melampaui perubahan zaman yang terjadi dari tahun ke tahun di era milenial saat ini.

Perubahan terjadi begitu cepat, pendidikan perlu memberi visi dan misi ke arah yang baru. Dengan begitu, pendidikan tidak menghambat dan mempercepat laju perubahan. Dengan kata lain, manusia tidak lebih baik dari era sebelumnya. 

Sekarang kita menikmati teknologi yang canggih seperti android. Tanpa kita sadari bukannya malah saling terhubung satu sama lain, tetapi malah saling terasing satu sama lainnya.

Terknologi secara perlahan bisa menghancurkan manusia melalui internet. Karena berbagai informasi bisa di akses dengan mudah.

Ada informasi yang bersifat positif maupun negatif yang ada didalam internet. Jika kita tidak pandai memilah yang bersifat positif dan negatif maka kita akan terjerumus jika salah menggunakannya.

Jadi kita harus gunakan internet ke hal yang positif agar bermanfaat dan sebaiknya pandai-pandailah memilah.Saat rasa sadar itu muncul tak ada siapapun yang bisa membawa manusia kembali ke era sebelumnya. 

Rata-rata kalangan pelajar Indonesia telah mengenal dan menggunakan internet dalam keseharian mereka. Namun kebanyakan dari mereka belum mampu memilah antara internet yang bersifat positif dan negatif, dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka. Generasi muda yang seharusnya menjadi contoh di kemajuan bangsa Indonesia ini justru malah mengesampingkan etika dan moral. Dampat yang ditimbulkan oleh perubahan kian marak dalam budaya anak muda masa kini. Dengan berkembangnya teknologi yang canggih, kini sebagian besar anak muda telah terpengaruh oleh budaya barat. 

Pengaruh budaya barat membuat mereka kehilangan identitas dan jati diri  sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Sudah seharusnya dilakukan upaya yang dapat membangun karakter bangsa di Era milenial ini.

Generasi muda saat ini lebih mudah terpengaruh oleh arus globalisasi. Padahal ilmu yang diberikan baik di sekolah maupun di kampus semakin berat dan mulai bersaing dengan yang ada diluar sana.

Jadi perlu adanya keseimbangan diantara keduanya agar menghasilkan generasi muda yang cerdas dan bermartabat yang siap memajukan bangsa Indonesia ini. 

Oleh karena itu, perlu adanya sikap dan cara peserta didik menilai dan menerima ilmu pengetahuan. Dalam membangun karakter bangsa perlu menanamkan nilai-nilai pancasila pada diri peserta didik.

Baik guru maupun dosen perlu membimbing dan mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik maupun mahasiswa.Agar dapat diterapkan pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Mari generasi muda bangsa Indonesia, wujudkan generasi milenial bukan sebagai generasi gadget melainkan sebagai generasi pembangun karakter yang siap memajukan Indonesia.

(Red/Prischania RahmawatiNim : 2018015001Asal : Yogyakarta Status : Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )