Pengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 Di Makassar Terancam 7 Tahun Penjara

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,MAKASSAR-Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapkan pihaknya menangkap 31 orang yang diduga terlibat dalam pengambilan paksa jenazah pasien virus corona (covid-19) di tiga rumah sakit di Makassar.

Dari jumlah itu, lanjut Ibrahim Tompo, sedikitnya 12 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ibrahim Tompo mengatakan para tersangka dijerat Pasal 214, 335, 207 KUHP dan Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Ancaman hukuman 7 tahun penjara,” kata Ibrahim, Selasa (9/6) malam.

Ibrahim mengatakan, sejak Selasa siang, tim penyidik Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar telah melakukan gelar perkara. Kesimpulan gelar perkara, kasus ini dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka.

“Kemungkinan para tersangka akan bertambah karena tim masih melakukan upaya penangkapan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gelar perkara itu dipimpin langsung oleh sejumlah pejabat utama (PJU), yakni Dirreskrimum Polda Sulsel, Kasubdit, Kabag Wasidik, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar dan seluruh penyidik yang menangani tersebut.

Tompo mengatakan kasus pengambilan jenazah itu terjadi di beberapa rumah sakit yang berada di wilayah hukumnya, seperti RS Dadi Makassar, RS Stella Maris, RS Labuang Baji, dan RS Bhayangkara.

“Para tersangka akan bertambah karena akan dilakukan penangkapan terhadap para pelaku, tim gabungan di lapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari tim Resmob Polda, Brimob, Shabara Polda, Jatanras Polrestabes Makassar,” lanjutnya. (Red)