PENGARUH GAME ONLINE PADA PRESTASI BELAJAR ANAK USIA SD

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Akhir-akhir ini kita semua tidak asing lagi melihat anak usia Sekolah Dasar yang sudah mempunyai handphone atau gadget sendiri.

Para orang tua sudah menjadikan handphone sebagai sesuatu yang lumrah dimiliki oleh anak usia SD.

Selain digunakan untuk media belajar, handphone sering dijadikan alat untuk menghilangkan rasa bosan,handphone juga bisa digunakan untuk transaksi jual beli barang, bermain game online maupun offline.

 Fenomena game online ini semakin tahun semakin berkembang dan beragam jenisnya, mulai dari tipe action sampai dengan sport. Sehingga anak-anak lebih senang bermain game online daripada bermain permainan tradisional.

Akibat dari kecanduan game online tersebut menyebabkan anak-anak menjadi lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai anak usia sekolah yang seharusnya giat untuk belajar.

Memang tidak semua anak usia sekolah melakukan hal semacam itu, namun tidak sedikit pula sering kita jumpai anak-anak usia sekolah yang berperilaku demikian.

Tidak hanya itu, lebih parahnya lagi mereka sudah berani tidak masuk sekolah atau membolos hanya untuk bisa bermain game online melalui pc ataupun gadget mereka. Kebanyakan hal itu mereka lakukan tanpa sepengetahuan orangtua ataupun guru di sekolah.

Hal ini merupakan hal yang tidak bisa dianggap sepele,pasalnya karena pengaruh game online bila dilakukan secara berlebihan dapat menurunkan prestasi belajar anak,mereka lebih mementingkan bermain game online daripada mengerjakan tugas yang sudah diberikan guru untuk dikerjakan dirumah atau sekedar mempelajari ulang apa yang sudah diajarkan guru di sekolah,akibatnya nilai mereka menjadi turun karena tugas-tugas yang diberikan guru tidak mereka kerjakan.

Kebanyakan orang tua tidak sadar bahwa prestasi belajar anak-anak mereka menurun disebabkan pengaruh kecanduan game online.

Oleh karena itu peran orang tua dan guru sangatlah penting meraka diharuskan untuk saling bersinergi guna menunjang prestasi belajar siswa.

Hal ini tidak bisa dilakukan secara sepihak saja, mengingat guru merupakan orang tua siswa saat di sekolah, begitu saat dirumah guru sudah menyerahkan sepenuhnya kendali siswa kepada orang tua.

Dengan demikian anak akan lebih terkontrol kegiatannya, sehingga prestasi belajar anak akan lebih baik lagi kedepannya.

Hal hal yang dapat dilakukan guru maupun orang tua dalam mengawasi kegiatan anak sehari hari misalnya; Guru dapat lebih disiplin dalam proses belajar mengajar disekolah, siswa hanya boleh mengeluarkan gadget saat pembelajaran tertentu saja atau pada saat jam istirahat.

Kemudian saat dirumah orang tua harus lebih memperhatikan kegiatan anak misalnya membatasi anak saat bermain gadget, dan mengingatkan anak untuk selalu menunaikan kewajiban atau belajar saat sudah memasuki waktunya.

Saat hal itu sudah terealisasi dengan baik, maka potensi penurunan prestasi belajar anak karena game online akan terminimalisir.

Anak akan lebih selektif dalam memanfaatkan waktu, mereka akan terbiasa membedakan waktu antara belajar, menunaikan kewajiban, dan waktu untuk bermain.

Jika sejak dini sudah dibiasakan berlaku disiplin dalam dirinya sendiri, maka saat dewasa anak akan terbiasa berlaku disiplin kapanpun dan dimanapun mereka berada.

(Red/ Krisna Pradana,Status : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )