Pengaruh Game Online Terhadap Anak Usia dini

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Salah satu terobosan teknologi dibidang aplikasi adalah game Online atau Online Game .game online adalah sebuah permainan yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet).

Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang.banyak penyebab yang ditimbulkan dari kecanduan online, salah satunya karena bermain sampai tuntas. 

Sifat manusia dasar yang selalu ingin menjadi pemenang dan bangga semakin mahir akan sesuatu termasuk sebuah permainan. apabila point bertambah, maka objek yang akan dimainkan semakin hebat.

 Anak-anak lebih mengenal Pubg, Freefire, Mobile Legend dll.daripada belajar berhitung ,menulis, menyanyi dan kegiatan sekolah lainnya.

Bermain game online pada anak usia dini memiliki dampak positif dan negatif.dampak-dampak positif misalnya seperti ;mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah dan menimbulkan perasaan nyaman,bisa membantu kesehatan untuk beberapa kasus penyembuhan seperti stress dan depresi.adapun dampak negatifnya seperti; merusak penglihatan,sering terlambat makan, lebih suka menyendiri dan tertutup, jarang bergaul dengan teman-teman dan lingkungan luar,malas mengerjakan tugas ,malas belajar,dan dapat meningkatkan sikap agresivitas dan emosional karena pengaruh aksi-aksi kekerasan karakter yang ada dalam game tersebut.

     Tempat-tempat game online sekarang sudah banyak dan mudah dijumpai baik di perkotaan atau pun dipedesaan, jadi perkembangannya menjadi lebih mudah. Yang dibahayakan dari dampak game online ini sangat buruk terutama untuk psikis dan fisik pada anak usia dini.mereka tidak bisa tumbuh bermain dengan normal sesuai dengan umur dan pertumbuhan mereka.

      Oleh karena itu untuk setiap orang tua harus bisa memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan baik luar maupun dalam anak-anak.lebih memperhatikan waktu dan kesempatan untuk bermain bersama anak-anak agar mereka tidak selalu  menyendiri dan bermain game atau sejenisnya.

(Red/Maria Amsilia Nogom,Kelas: 3E,Universitas sarjanawiyata Tamansiswa)