PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan baik buruknya  pribadi manusia. Dalam hal ini pendidikan juga bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti lingkungan.

Lingkungan sangat berpengaruh bagi pendidikan anak dijaman sekarang, apalagi anak yang masih berada di tingatan Sekolah Dasar yang mudah terpengaruh oleh teman-temanya.

Dijaman sekarang anak-anak sudah mengenal adanya teknologi seperti game, teman sepermainan pun ikut mempengaruhi dalam pembelajaran.

Game merupakan salah satu pengaruh terhadap pendidikan, ada dua pengaruh yang timbul pada game yaitu pengaruh positif dan pengaruh negative,pengaruh positif yang pertama konsentrasi,didalam suatu permainan di perlukan konsentrasi untuk memenangkan suatu permainan tersebut.sehingga anak-anak akan terbiasa berkonsentrasi dalam segala hal, contohnya dalam hal pembelajaran.

Yang kedua bisa menambah wawasan mereka dalam berbahasa inggris, karena di dalam suatu game atau permainan kebanyakan menggunakan Bahasa inggris hal itu membuat anak-anak menjadi mengerti tentang Bahasa inggris.

Ketiga memahami teknologi, karena anak yang sering bermain game akan terbiasa dalam hal teknologi. Adapun pengaruh negative dari bermain game yang pertama kecanduan bermain game, hal ini yang membuat anak-anak malas dalam belajar karena dalam pikiran anak hanya bermain game. Kedua kurangnya sosialisasi, saat bermain game kita tidak dituntut untuk bertemu satu sama lain. Bermain game tidak harus memerlukan banyak orang, sehingga anak akan cenderung didalam rumah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. 

Bukan hanya game online saja yang dapat mempengaruhi anak-anak dalam belajar, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi pendidikan yaitu teman.

Teman merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pendidikan karena jika anak salah memilih teman dan anak itu sudah terpengaruh oleh teman nya maka itu akan berpengaruh terhadap pendidikan nya,contohnya jika anak berteman dengan orang yang lebih dewasa maka pola pikir anak akan mengikuti orang dewasa tersebut dan anak akan mengikuti gaya-gaya orang dewasa, seperti gaya bicara nya atau bahkan juga gaya pakaian nya.

Jika anak sudah seperti ini maka akan sulit untuk mengubahnya kembali menjadi seorang anak-anak.

Karena anak-anak sangat sensitif terhadap lingkungan jadi jika anak sudah nyaman dengan lingkungannya maka anak akan terus seperti itu dan itu akan berpengaruh terhadap pendidikannya.

Harapan saya untuk  kedapannya yaitu agar orang tua juga ikut berperan dalam membimbing anak-anak serta memberikan perhatian kepada anak sehingga pendidikan anak dapat terkontrol dengan baik.

Tetapi anak juga harus diberi ruang untuk bermain agar pola pikir anak berkembang dan yang terpenting adalah anak dapat mengerti batasan.

Guru dapat membantu peran orang tua, dengan cara memberi nasehat, memberi arahan, dan pengertian agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Sebagai orang tua seharusnya tidak menyerahkan sepenuhnya kepada guru disekolah karena sebaik-baiknya pendidikan itu terdapat di lingkungan keluarga.

Jadi kesimpulannya orang tua dan guru harus ada kerjasama dalam membimbing dan mengajarkan anak supaya anak dapat merasakan perhatian dari seorang guru dan sosok orangtua. *

(Red/ Ma’ruf Dwi Prasetyo. Nim : 2018015125. Status : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. )