Pengaruh Penataan Kelas Terhadap Semangat Dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Kampus Kita Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Kelas merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar. Kelas merupakan bagian penting dalam lingkungan belajar.

Dengan suasana dan lingkungan dalam kelas yang kondusif akan menyebabkan siswa menjadi bersemangat untuk belajar.

Penataan kelas yang baik diharapkan menumbuhkan motivasi siswa yang semula rendah. Selain itu penataan kelas yang berubah-ubah membuat siswa sekolah dasar menjadi tidak bosan.

Telah dijelaskan diatas bahwa karakteristik siswa sekolah dasar sangat senang dengan hal yang baru maka untuk menumbuhkan motivasi dan persepsi yang baik pada belajar penataan kelas menjadi salah satu hal yang dapat digunakan.     

Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan memantau tingkah laku siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan yaitu:

   1.  Ukuran dan bentuk kelas

Keuntungan dan kerugian kelas, dilihat dari banyak sedikitnya siswa yaitu:

a.    Kelas yang besar

Keuntungannya adalah mudah tercipta kelas yang hidup, siswa belajar dari banyak ragam kawan sehingga mendapatkan banyak pengalaman

Kerugiannya adalah pengelolaannya sukar, banyak ragam kawan, menimbulkan kesulitan jika tidak ada kecocokan

b.   Kelas yang kecil

Keuntungannya adalah Mudah pengelolaannya, Sedikit terdapat ketidakcocokan

Kerugiannya adalah Sukar diciptakan kelas yang hidup, Siswa tidak mendapat kesempatan untuk belajar dari banyak ragam kawan

    2. Bentuk serta ukuran bangku dan meja

  Apabila tempat duduk bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, tidak berat, bundar, dan sesuai dengan postur tubuh anak didik maka anak didik dapat belajar dengan baik dan tenang. Sudirman mengemukakan beberapa contoh formasi tempat duduk:

a.  Posisi berhadapan

b. Posisi setengah lingkaran

c. Posisi berbaris kebelakang

            Bentuk serta ukuran dan meja dalam kelas ini juga patut diperhatukan oleh guru/pihak sekolah, karena bentuk serta ukuran dan meja itu harus disesuaikan dengan siswanya, ini untuk kenyamanan siswa dalam belajar.

   3. Menjaga kebersihan kelas.

Kelas harus dijaga kebersihannya oleh semua warga kelas. Sediakan tempat sampah di luar kelas. Secara berkala ajak siswa untuk membersihkan kelas secara bersama-sama.

   4. Pengaturan dinding kelas.

Aturlah dinding kelas sehingga sedap dipandang. Jangan biarkan dinding kelas kosong, tetapi isi dengan berbagai sumber belajar, media, kata-kata mutiara, dan hasil-hasil karya siswa. Dinding kelas yang baik adalah bukan dinding kelas yang bersih tanpa tempelan tetapi dinding kelas yang bermanfaat sebagai sumber belajar. Catlah dinding kelas dengan warna-warna yang cerah, misalnya, merah, kuning, biru, hijau; hindari cat dengan warna yang kalem misalnya coklat dan krem.

   5.  Buatlah sudut baca/perpustakaan kelas yang menjamin siswa untuk aktif membaca dan menelusuri informasi. Isi perpustakaan kelas dengan bacaan-bacaan yang manarik yang sesuai dengan usia siswa. Buku-buku di perpustakaan kelas ini jangan hanya buku-buku pelajaran saja tetapi sebaiknya adalah buku-buku yang menarik dan inspiratif.

  6.  Sediakan tempat besosialisasi.

Sekolah bukan hanya merupakan tempat belajar berbagai mata pelajaran, tetapi juga untuk besosialisasi. Oleh sebab itu sekolah perlu menyiapkan tempat untuk mereka bersosialisasi.

Sediakan kursi di luar kelas yang dapat digunakan oleh siswa untuk berdiskusi, bersosialisasi, atau hanya sekedar beristirahan setelah jenuh belajar pelajaran di kelas.

(Red/: falah sendy septianNim : 2018015345
Universitas sarjanawiyata tamansiswa. )