Pengaruh Tayangan Televisi Bagi Siswa Sekolah Dasar

Kampus Kita Pendidikan Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Perkembangan teknologi di era modern saat ini semakin canggih. Salah satu yang terkena dampak kecanggihan ini adalah tayangan televisi yang semakin menarik dan beragam.Acara yang di tayangkan meliputi sinetro, kuliner, kartun, berita, petualangan, musik dan masih banyak lagi. 

Acara televisi ketika akan di tayangkan harus melewati seleksi. Seleksi digunakkan untuk menentukan apakah tayangan tersebut layak untuk di tayangkan atau tidak sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Contoh tanda penayangan yang di sesuaikan dengan usia, seperti R13+ di sebelah kanan bawah yang memiliki arti hanya umur 13 tahun ke atas yang dapat menontonnya dan  masih banyak lagi.

Acara televisi yang biasanya di tonton oleh siswa SD adalah kartun. Kartun sendiri adalah animasi berupa gambar berwarna yang beragam disertai suara yang menarik. Kartun biasanya berisi konten yang berkaitan dengan anak-anak yang suka bermain,  bernyanyi, dan menari.

 Kartun biasanya ditayangkan sekitar pukul 06.00 sampai pukul 10.00 pagi. Seperti yang kita ketahui, pada jam- jam tersebut adalah waktu siswa SD bersekolah.

Otomatis tayangan tersebut tidak di tonton oleh siswa SD dan pada saat siswa SD sudah berada di rumah acara televisi yang di tayangkan kebanyakan adalah sinetron yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Walaupun kenyataannya banyak kartun anak yang telah  lulus sensor tetapi berisi konten kekerasan dan perkelahian yang seharusnya tidak di tonton oleh siswa sd.

Siswa SD yang tidak tahu tayangan tersebut sesuai atau tidak dengan usianya dan orang tua yang tidak memantau tayangan yang anaknya tonton secara tidak sengaja anak akan mendapatkan informasi yang tidak sesuai dengan perkembangan usianya.

Anak yang memiliki ingatan yang kuat dan kebiasaan suka meniru secara otomatis akan mencerna informasi yang mereka tonton tanpa mengetahui benar salahnya sehingga menjadi kebiasaan yang tidak sesuai dengan umur. 

Siswa SD yang telah menerima informasi yang tidak sesuai biasanya mempengaruhi tingkah lakunya seperti cara bicara anak tersebut yang seperti orang dewasa,sudah mengenal pacaran,bahkan melakukkan tindakan kirminal.Kebiasaan-kebiasaan tersebut jika berkelanjutan akan mempengaruhi etika siswa SD tersebut.

Dalam hal ini peran orang tua sangat diperlukan untuk mengawasi apa yang di tonton oleh anaknya di rumah.

Orang tua yang baik harus melakukan pengawasan  dan pengarahan tentang apa yang baik untuk di tonton dan yang tidak baik untuk di tonton.

Selain itu guru juga berperan penting dalam memberikan pemahaman kepada anak didiknya selama di sekolahan agar siswa SD dapat memilah sendiri informasi yang baik untuk dirinya.

Salah satu cara untuk menanggulangi penerimaan informasi yang tidak sesuai dengan usia siswa SD adalah dengan mengenalkan kembali permainan tradisional yang mulai terkikis oleh zaman.

Permainan tradisional yang penuh arti dan makna  dapat memberikan pelajaran etika yang baik.Siswa bisa mendapatkan pelajaran mulai dari kesabaran,kerja sama,tolong menolong,dan informasi yang bermanfaat sesuai dengan perkembangan siswa SD.

(Red/Suci Rahmawati,Status : Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,Nim : 2018015365 )