Permohonan PSBB Kota Tegal Ditolak Kemenkes

Bogor Now Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kementeerian Kesehatan (Kemenkes) menolak permohonan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diajukan Pemkot Tegal.

Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi mengaku sudah mendapat kabar tersebut namun baru dari pemberitaan media nasional.

“Sudah dapat kabarnya. Tapi surat atau pemberitahuan resminya belum kami terima,” kata Jumadi, di Balai Kota Tegal, Kamis (16/4/2020).

Menurut Jumadi, ketika memang ditolak, pihaknya tetap akan memberlakukan isolasi wilayah. Kebijakan itu, menurutnya ada kemiripan dengan PSBB yang sudah diterapkan di sejumlah kota. Seperti membatasi gerak sosial warga.

“Kalau diterima tadinya tinggal penyesuaian. Lebih ketat. Misalnya membatasi penumpang kendaraan, membatasi warga keluar rumah, dan lainnya,” sebut dia.

Jumadi mengaku akan menghormati keputusan Kemenkes. Menurutnya, selanjutnya yang lebih penting adalah bagaimana melindungi kesehatan warganya.

“PSBB atau tidak yang penting tetap harus berhasil membantu masyarakat. Mulai dari kesehatan, jaring pengaman sosial, serta memperhatikan ekonomi masyarakat,’” tambah Jumadi.

Jumadi mengatakan, isolasi wilayah dengan memblokade sejumlah jalan dinilai akan berhasil jika diimbangi kesadaran warga. Isolasi wilayah diberlakukan 30 Maret hingga 30 Juli yang juga masih terus dievaluasi.

Menurutnya, kebijakan jaga jarak sosial dan jarak fisik juga tidak akan berhasil jika pemerintah tak mengontrol aktivitas warganya.

“Jadi harus diimbangi dengan pengetatan, agar orang tidak keluar rumah karena jalan dibatasi. Jadi seperti PSBB di Jakarta sebenarnya sudah dilakukan Kota Tegal di awal-awal,” pungkas Jumadi. (Red)